Remidi To Revolusi

Revolt n RiseWaktunya buka2 buku kuliah lebih sering and serius nich, yups cz di kampusku lagi musim UTS J (Ujian Tengah Semester Jurusan). Loh kok malah ke internet buat up date blog? Bialin wek.. :p masak waktu mau UTS trus ke Warnet buat Up date blog Dosa? Ayo coba tunjukin dalilnya? Asalkan ke warnet gak lupain ibadah dan belajar kan gak masalah. Okey deh, kemarin saya dah mulai UTS loh.. begini ceritanya :

***

Membisu! seluruh ruangan telah terisi dengan rapi oleh mahasiswa jurusan sastra indonesia, pupil dalam bola mata mereka membuka lebar untuk menangkap kata-kata yang terdapat dihadapan masing-masing. Sayangnya keheningan hanya terjadi ketika dosen kami membagikan lembaran-lembaran soal dan absensi UTS kami. Setelah beliau menempati kursinya kembali maka kebisingan semu diantara mahasiswa pun mulai tumbuh.
“eh Ana, agak geser kekanan donk lembaran jawaban loe!”
“gak mau ah ntar dimarahin ma Pak Yoh Gmn?”
“halah liatin tuh Pak Yoh, beliau asik baca koran tuh, masak kamu gak tau c? nihkan lagi panas-panasnya berita Jebolnya Tanggul Situ Gintung.”
“huh klo bliaunya lagi kamuflase buat jebak kita gimana?”
“Enggak enggak, percaya deh ma aku, Pak Yoh tu konsentrasi penuh klo lagi baca berita gituan! Ayo buruan geser tu jawaban!”
“Gak mau ah, Q masih trauma ma hukuman minggu kemarin”
“kok pelit gitu ci kamu, Awas ya! Kamu Gak bakalan ku khitbah loh” (huuh nih dialog dipaksa-paksain)
“loh kok gitu c, kamu ngancemnya! Tega banget c kamu ninggalin Q. Ya udah deh nih ambil jawabanku” (sori bukan maksudnya ngadain KDRT)
Suddenly…
“Hei..(brak..brak..brak) kalian kira saya tidak tau kalau kalian kerjasama? Hei kamu Beni, angkat tinggi2 buku yang da di bawah lembar soal kamu! Buku apa itu?”
“buku Fonologi Pak”
(semua anak diam dan tidak ada yang tertawa)
“Masya Allah, kamu tau Beni ini pelajaran apa? Ini lagi UTS Sejarah Sastra! Kamu itu ngerpek saja tidak pecus. Sudah ketahuan Ngerpek, Eh ngerpeknya Ngawur!”
“eh kamu Ana, Ani, Anu, dan Oni. Buka jaket kalian kluarin buku yang sudah kalian selipkan!”
“buku Morfologi Pak, buku Lingguistik Umum pak, ni majalah Seven Level Pak (duh rek isin isini aku ae.. ngeneiki lak pasaranku anjlok), buku Jawa kuna Pak”(lalu Ana pun malu pada yusuf, dan Yusuf pun suntuk liat Ana tambah kumat penyakitnya)
“PARAH-PARAH.. kalian setiap hari makan Apa, hah? Klo Bego’ ya jangan Bego’ kuadrat gitu Rek!! Okey. Untuk sementara semuanya saya nyatakan TIDAK LULUS, kalian bias lulus klo kalian bikin blog kayak Seven Level!”
Semuanya pun menangis kecewa karena tugasnya bikin mereka ILL FELL. Gimana gak ILL Fell, waktu liat blog Seven Level mereka langsung muntah2 karena tulisannya pada narsis puuo00lll.
***
Mari kita lanjutkan pada cerita yang lebih tinggi lagi. Kali ini peserta ujian bukan antar individu dalam kelas Jurusan, Fakultas maupun Universitas. Namun mereka telah terkategorikan sebagai peserta ujian internasional. Mari saya perkenalkan satu persatu. Dari bangku paling pojok. Bajunya memang kumal dan bermotif batik tapi dia selalu pakai songkok hitam. Kamu pasti kenal karena dia adalah bagian dari kalian. Nama peserta yang satu itu adalah Indonesia. Sebelah Indonesia adalah peserta yang suka gendong anaknya dan gak pernah bisa diem. Kebiasaan paling mengesankan darinya adalah lompat-lompat. Ya dia adalah Australia. Dan bila kau pandang secara keseluruhan kalian akan mudah mengenalnya jika memahami bahasa dan cara berpakaiannya. Ada cina, Jepang, Mesir, Amerika, Palestina, Eropa, Inggris, Afganistan, Arab dan Irak. Ya mereka mengikuti ujian dalam sebuah ruangan yang hidup, yakni Universitas Semesta Raya. Dan saya ingin memperkenalkan penguji mereka. Penguji mereka adalah Dzat yang telah menciptakan kerajaan langit dan bumi beserta isinya. Ya Dia adalah Allah SWT.
Jika pada awal tadi saya menceritakan lika-liku dari Ujian Tengah semester yang dihadapi mahasiswa. Maka pada ujian kali ini tidak jauh berbeda dengan ujian Mahasiswa, perbedaannya hanya pada peserta ujiannya saja. Yang dinamakan ujian adalah sebuah ketetapan. Sebagaimana UTS yang terjadi pada saya dan rekan-rekan saya saat itu semuanya telah terjadwalkan oleh dosen kami. Begitu pula bencana (musibah) yang terjadi pada Ujian di Universitas Semesta Raya merupakan ketetapan Pemilik-Nya yakni Allah SWT. Hal ini ditegaskan pada firman-Nya:
Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (Qs At-Taubah [9]:51)
Its mean that buat semua ketetapan Allah yang menimpa kita maka sikap atau respon balik terhadap ujian tersebut adalah sabar. Ya bersabar pada ketetapan yang baik maupun yang buruk sekalipun. Berikut ini adalah berita gembira bagi mereka yang mampu bersabar dalam menghadapi musibah:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang SABAR. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs asy-Syura’ [42]: 30).
Ya memang sangat mudah ketika kita berbicara tentang kesabaran. Namun bagi mereka yang tertimpa musibah mungkin akan sangat sulit untuk menerapkan istilah atau kata kesabaran tadi. Mari kita sekedar menegok mereka yang terkena musibah Jebolnya Tanggul Situ Gintung di pinggiran selatan ibu kota Jakarta 27/03/09 tepatnya di kelurahan cinrendeu kecamatan ciputat, kota tanggerang selatan. Dalam hitungan detik puluhan orang terhanyut dan tercatat 100 orang meninggal dunia. Dikeheningan malam menjelang Adzan subuh tepatnya pukul 04.00 suasana sekitar tempat pariwisata situ gintung yang tentram sekejab berubah menjadi jeritan manusia dari berbagai arah oleh derasnya Arus air yang menghantam rumah dan manusia disana. Setelah matahari beranjak merangkak menyinari bumi maka suasana dirumah sakit Fatmawati di slimuti isak tangis para korban dan keluarganya. Mereka tak kuat menahan kesedihan melihat saudara2 mereka membujur kaku di rumah sakit tersebut. Beruntung bila mereka yang sudah menemukan jasat dari saudaranya, karena sebagian dari mereka juga masih mencari saudara mereka yang belum ditemukan. Mereka ada yang menatap satu persatu mayat yang terdapat di rumah sakit hanya untuk mencari istrinya, kemudian setelah tidak ada lalu keluar mencari kembali ketempat lokasi kejadian. Kejadian yang menunjukkan kekuasaan Allah pun juga telah dibritakan oleh koran2 nasional. Cerita bapak taryono yang sebelum kejadian telah menunaikan sholat tahajud dan hendak sholat subuh berjamaah diselamatkan Allah hanya dengan berpegang pada kasur yang baru ia beli. Juga cerita seorang bayi yang sempat terlepas dari dekapan ibunya lalu tenggelam selama lima belas menit namun masih diberi karuniah kehidupan oleh Allah SWT.
Terlepas dari perdebatan apakah yang terjadi di Jakarta itu adalah Qodha’ (ketetapan Allah) sebagaimana gunung meletus, gempa bumi dan bencana lainnya. Atau yang terjadi dijakarta merupakan sebuah akibat dari manusia yang lalai dalam hal teknis rekonstruksinya (dijelaskan bahwa analisis penyebabnya yakni debit air hujan over kapasitas, serta tanggul sudah tua dan belum diperbaiki sejak awal kali pembuatan 1930). Dari kejadian diatas sikap awal dengan sabar dan ridho akan melahirkan cara pandang positif pada berbagai pihak terhadap musibah tadi. Dalam konteks permasalahan yang masih kita anggap sebagai ketetapan Allah yang berada diluar jangkauan manusia maka sikap sabar sebagai sikap awal cara pandang kita, akan membuat kita terhindar pada kondisi yang saling menyalahkan. Sehingga kita bisa lebih fokus untuk mengambil pelajaran dan langkah untuk mengantisipasi bencana susulan atau sejenisnya di masa yang akan datang
***
Teman-teman saya mendapat hukuman untuk membikin Blog bukan karena sesuatu yang telah dijadwalkan oleh dosen saya. Tapi mereka mendapatkan hukuman karena ulah mereka yang melanggar aturan saat mengikuti ujian. Andai saja mereka melaksanakan aturan main dalam aktivitas saat itu tentu mereka gak bakal tertimpa tangga, eh maksudnya Hukuman kayak gitu.
Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki segudang masalah seperti PHK massal, penggangguran, lalu kemiskinan, Korupsi, bejatnya moral, pendidikan mahal, hutang yang melimpah, dan penghianatan pemerintah dalam penanganan SDA. Semua masalah tadi bukan karena ketetapan Allah melainkan akibat ulah tangan manusia itu sendiri. PHK, penggangguran dan kemiskinan gak akan membludak jika Indonesia gak NYONTEK pada cara para Kapitalis yang menghalalkan riba dan membuntu sistem distribusi ditengah masyarakat kecil dengan mengutamakan sector non-riel. Hutang Indonesia gak akan menggunung jika Indonesia gak NGERPEK pada sistem Ekonomi Kapitalis yang menggunakan cara busuk dengan meminjamkan uang lalu memberikan bunga yang melangit. Pendidikan kita akan melahirkan orang-orang berilmu dan berakhlak mulia jika mereka tidak SOK PINTER dengan menuruti akal mereka untuk memisahkan antara Agama dan Kehidupan, alias Sekuler.
Mereka menjalani kehidupan (UJIAN) dengan melanggar ATURAN sang Pembuatan Ujian. Saat mereka memenuhi kebutuhan hidupnya baik diri sendiri, masyarakat dan Negara, mereka semua suka NYONTEK Jawaban dari musuh sang Pembuat Ujian. Mereka juga seneng banget NGERPEK (tindakan pragmatis) waktu ngurusi urusan umatnya. Apalagi ngerpeknya pada Ngawur gak sesuai dengan jawaban yang dikehendaki sama Pengujinya. Akibatnya kerusakan dan kemrosotan terjadi dimana2 karena mereka Bandel sama Aturan Penguji. Sebagaimana firman Allah:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(Qs ar-Rum [30]: 41)
Ya. Allah Swt memperlihatkan kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia agar mereka mau kembali ke jalan yang benar yakni kembali pada ketentuan dan syariah-Nya. Ku juga heran, apakah kita masih memerlukan bencana dan kerusakan yang lebih besar agar semua orang merasa butuh dan rindu untuk kembali pada Aturan Allah SWT? Mari kita menginstropeksi pribadi kita masing2. apakah kita banyak lalai memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa islam memiliki solusi dari permasalahan kehidupan tadi. Dan apakah kita juga sudah serius menanamkan pada masyarakat Aqidah islam yang mengakar hingga masyarakat tunduk dan patuh pada Syariat islam. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk mensiarkan Agama Islam dan tidak melupakan peringatan Allah kepada umatnya untuk tetap berjuang dan tidak terlena dengan kesenagan-kesenangan sesaat. Sebagaimana Firman Allah Swt.
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Qs al-An’am [06]: 44)

6 thoughts on “Remidi To Revolusi

  1. Great site this sevenlevel.wordpress.com and I am really pleased to see you have what I am actually looking for here and this this post is exactly what I am interested in. I shall be pleased to become a regular visitor🙂

  2. to mbak kasana:
    mbak sengaja ben pean klo ngesave ni site langsung seluruh tulisanku seng katut…oke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s