Jawaban untuk ثَائِرٌ UAN (Ujian Akhir meNgenaskan)

Minggu kemarin tepatnya sebelum sholat jumat saya tunaikan, tiba-tiba Hp saya bergetar. Pesan dalam kotak inbox saya menunjukkan pesan yang sangat singkat dan langsung pada intinya tanpa sedikitpun prolog di dalamnya.

Maavin smua kslhnq. .
-reny-

Ya itu tadi copy paste pesan anak dari ibu yang waku sma rumahnya pernah saya huni (ibu kost). Sudah beberapa bulan saya tak berkunjung pada beliau dan keluarganya. Jangankan berkunjung melayangkan kabar saja saya belum sempat. Sontak saya tercengang melihat sms Dek Reni, Dek Reni tidak pernah sekalipun sms ke saya tapi sekali sms nadanya nampak serius dan pasrah. Sejenak saya menafsirkan sms tadi. Anak yang periang dan nyaris hampir tak pernah sedih tiba-tiba mengirim pesan seperti itu tentunya menandakan kondisi yang bisa di kategorikan dalam kegelisahan stadium empat.
Tanpa dapat mereplay pesan tsb, dengan cepat saya teralihkan pada tugas kuliah yang menodong saya untuk segera menuntaskannya. Sekali lagi pesan tersebutpun tertunda untuk saya tanggapi.

***
Minggu berikutnya, pada rabu sore saya teringat dengan pesan anak sma itu dan langsung saya sempatkan untuk membalasnya. Saya tunggu balasannya tapi tidak juga dibalasnya hingga waktu saya terlewati dengan membaca buku dan berlabu di pulau kapuk malam itu. Besok paginya saya melihat layar Hp saya sudah terisi satu pesan.

Wass. .
Muup, td jek blj. .
Bsk UAN c. .
Doain y mz,,
Ntar biz UAN tak lihate. .
Owy,q jg pux blog. .(rahasia ya).blogspot.com

Ah saya baru paham kaitannya sms minggu lalu dengan sms pagi itu. Dan saya pun merasa bego’ karena dah berpikir lambat waktu menerima sms yang pertama. Sejenak saya amati kapan pesan tersebut masuk ke inbox, subhanallah pukul setengah satu pagi sms tadi saya terima. Ah capek sekali pikir ku belajar sampek pukul segitu. Dan dapat saya pastikan pagi harinya ia akan bangun untuk mengulang apa yang dia pelajari.

***
Ngomogin soal UAN bikin rambut kepala gw rontok n ubanan. Bukan karena mikirin soalnya serumit benang kusut tak terurai, namun adanya kebusukan di balik semua itu yang sejak lama menjadi tradisi di indonesia dan dunia kapitalis lainnya. (eh kamu jangan neg thing gtu dlu ah ma pemerintah, liat juga donk manfaatnya) ah loe tu protes mlulu deh. Oke lah gw objektif dlu liat kegunaannya UAN,
1) Meningkatkan prestasi akademik siswa untuk mata pelajaran yang di ujiin
2) Bisa dijadiin barometer analisis sejauh mana daya serap murid-murid ama isi kurikulum yang di pelajarinya selama enam tahun, katanaya juga UAN di gunaiin
ngukur ketercapaian standart kompetensi yang sesuai ama kebutuhan yang ditetapin secara nasional
Yups begitu lah konsep kegunaan UAN yang nampak cuman TEORI doank. Klo di kritisin lagi kegunaannya Cuma dua tapi dampak busuknya bisa lebih dari jumlah jari Qt, ya hal itu disebabin ama beberapa faktor:
a) Orientasi pendidikan kita pada nilai angka
Setiap tahun indonesia pengen ningkatin taraf pendidikan rakyatnya dengan diikuti ningkatnya standart kelulusan dan penambahan mata pelajaran yang di ujikan. Namun bener nich klo semacam gitu kualitasnya malah ningkat. Klo diliat faktanya siswa-siswa yang mau hadepin UAN dengan standart kelulusan yang ditinggikan secara psikologis mereka tertekan. Tidak hanya siswa namun juga orang tua dan juga sekolah. Siswa pengen lulus saja sudah alhamdulillah, tapi ortunya pengen bangga dengan nilai yang memuaskan kemudian dari pihak sekolah pengen kredibilitas dari sekolah tetap bertahan dan gengsi klo muridnya ntar ada yang gak lulus. Nah dimulai dari sana maka Orientasi pendidikan tidak lagi mengarah pada kualitas yang baik namun sudah berorientasi pada nilai angka yang mengarah pada kuantitas belaka. Pada akhirnya kita bisa liat di koran nasional gimana para siswa saling mencocokan jawaban dan soal UAN di warung sebelum UAN di mulai, kita juga bisa melihat sebagian orang tua yang merelakan uang ratusan juta demi anaknya agar bisa ikut bimbel yang ternyata ngebahas soal asli UAN di hari sebelumnya. Kalian juga udah dengar klo beberapa kepala sekolah yang tertangkap basah memberikan kunci jawaban kepada para siswanya lalu mereka akhirnya dikandangkan ke penjara. Tentu saja hal semacam itu bisa terjadi pada kepala sekolah karena di otak mereka telah ada catatan siswa harus lulus 100% dan nama baik sekolah tetap terjaga agar tahun depan ada banyak siswa yang mau mendaftarkan diri ke sekolahnya. Ya hanya karena gengsi, dan angka yang bagus semua sudah buta akan kualitas anak dan siswanya sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Pertannyaannya apakah kualitas bisa di manipulasi dengan angka? Sayangnya nilai Istimewa sekarang telah setara dengan sampah di penampungannya.
b) UAN Bikin Pinter Otak Doank (1.)
Sering loh ortu Qt ngomong klo Qt sekolah tu biar lekas sukses n jadi Orang. Benergak? Berarti klo itu benar sekolah tidak lain hanyalah bertujuan untuk dapetin IJAZAH. Alias biar dikatain orang intelek n bisa ngalamar kerja trus hidup sukses. Maka jika yang dituju adalah IJAZAH orang tua pun menganjurkan masuk saja ke sekolah yang favorit biar IJAZAHnya diakui. Dan sekolah yang favorit identik dengan sekolah mahal. Dan lengkaplah sudah klo sesuatu yang mahal di identikkan dengan Kualitas yang Tinggi. Artinya klo pendidikan berkualitas tinggi itu mahal berarti yang miskin itu dilarang pintar. Alias si miskin cukup mengenyam pendidikan pinggir jalan aja, karena gak kuat bayar sekolah taraf internasional. Ya yang miskin tetap miskin dan goblok tapi yang kaya semakin kaya dan pinter otaknya doank. Nah ketika semua siswa dihantam dengan UAN maka kalian bisa berasumsi sendiri. Pertama bisa jadi si miskin yang kena pendidikan kualitas rendah banyak yang gak lulus bila dibandingin yang ada di sekolah favorit. Kedua bisa jadi siswa yang kaya terlena dengan fasilitas yang ada di sekolah berkualitasnya (hura-hura tok) akhirnya hanya sarananya saja yang OKE tapi otaknya K.O menjadikan meraka yang kaya plus mental payah bisa membeli soal kayak yang di britain di koran2 (entah sekolahnya yang bliin tau mreka sendiri), lalu yang miskin walaupun pintar tapi gak pernah tahu perkembangan/pengayaan soal maka ya tetep aja nilainya minim n pas-pasan/ bisa juga gak lulus (kayak di laskar pelangi saja ya). Yang jelas siswa secara keseluruhan klo dihubungkan dengan pandangan sekolah saat ini yang hanya tujuan umumnya dapetin ijazah maka dapat di prediksi remaja indonesia hanya pinter otaknya doank.
c) UAN Bikin Pinter Otak Doank (2)
Apa jadinya klo kondisi seperti tadi kita lalui dan kita pun mengikuti arusnya? Tentu saja mereka (siswa/remaja baik miskin maupun yang kaya) akan berkonsentrasi penuh untuk mengasah otaknya se tajam-tajamnya. Sayangnya Cuma otaknya doank yang di gosok. Tapi berkaitan dengan agama yang itu menjadi pondasi kehidupan seorang manusia di injek injek begitu saja. Kok bisa? Oke klo saya tanya berapa waktu untuk materi agama di sekolah? Cuma dua jam seminggu. Lanjut, berapa waktu untuk materi agama di Kampus? Diantara delapan semester Cuma satu semester yang digunakan untuk pelajaran agama, itupun satu kali pertemuan dalam seminggu, hematnya Cuma 2sks. Terus, untuk pendidikan S2 dan S3 berapakah kapasitas waktu belajar yang mereka dapat untuk mata kuliah agama? Haha tidak ada sama sekali. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin hilang pendidikan agama dalam dirinya. Dan hasilnya, kalian bisa liat dengan banyaknya propesor yang pinter tapi koruptor, pejabat DPR yang pinter tapi nge sex ngawur. Ngak jarang juga remaja yang pakeannya aduhai dan akhirnya kecelakaan dengan laki-laki yang belum sah statusnya sebagai suami. Sering banget liat anak yang nylesain jalan pintas sebuah masalah ama ngedrugs dan ngesex bebas. Ya itu karena pendidikan agama di sekolah minim banget dan cenderung pada hal2 yang bersifat ritual tanpa nyangkutin permasalahan kehidupan yang dapet diselesaikan dengan agama. Dapet disimpulin semua segi pendidikan baik di masyarakat, keluarga sekolah telah mengubur dalam-dalam masalah agama dalam kehidupan.
Well, udah cukup nich caci makiQ ama pendidikan saat ini. Sekarang waktunya pendinginan alias peleraian (kayak habis berantem or senam aja). Kita tentunya mengiginkan pendidikan sebagaimana yang telah dicontohin ama pemimpin kaum muslimin pertama kali yakni Rasulullah saw kepada para sahabat. Ah mreka gak pernah pakey banyak teori kayak rumus lingkaran, komputer kayak sekarang ini saya gunakan buat ngetik tulisan, dan teori tenses yang selalu memusingkan (sebentar, bukan berarti saya mengharamkan semua teori itu). Tapi kita coba jujur, para sahabat dan Rasul saw dapat menjadikan orang yang goblok gaya hidupnya menjadi mulia, budak menjadi istimewa dan islam menyebar juga memimpin peradaban dunia. Generasi setelah Rasul dan para sahabatpun mampu mencetak orang-orang ahli seperti Ibnu Sina, Ibnu Haitsam, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusydi dan masih banyak lainnya. Wow Rahasia paan sich yang bisa buat mereka kayak gitu?
1) Aqidah Islam Dijadikan Asas
Coba apa yang pertama kali diajarkan Rasul SAW pada para sahabat? Yups Betul banget keimanan. Hingga mereka bener2 terikat dengan aturan Allah dan tidak ada yang ditakuti kecuali Allah SWT. Makanya harusnya kita ya kayak gitu donk… biar dalam diri kita ada anti virus yang siap mencincang pemahaman selain islam kayak pacaran, drugs, korupsi and etc. Klo secara praktisnya berarti setiap mata pelajaran hendaknya dikaitin dengan kebesaran Allah dan contoh soal pun ya dikaitin dengan aktivitas islam. (wuih radikal amat?) ah gak tuh, nih nyata pernah diterapin selama 1400th (masa pemerintahan islam) dan Qt ja kli yang jarang mau liat sejarah kegemilangan islam. Klo akal-akalan pun lebih baik radikal gini dari pada radikal maksiat yang saat ini jangkit nich sistem malah nyata hancurnya. Ha..ah..ha. wal hasil seorang dalam pendidikan islam harus punya pemikiran yang cermelang tentang islam dan prilakunyapun cenderung terikat dengan hukum syara’. Dengan kata lain individu bakal punya kepribadian islam
2) Gak berorientasi ma Nilai Angka
Kualitas gak sepenuhnya bisa dilihat dengan angka. Dalam islam seorang dinyatakan lulus klo tu anak dah menguasai ilmu yang ia pelajari. Jadi ujiannya ya dilaksanain secara lisan atau man to man dengan gurunya. (loh ntar bisa juga kn murid kolusi or nyogok gurunya pake uang?) itu dikit banget kemungkinannya. Why cz awalnya mreka dah di drill buat sadar akan hubungannya dengan Allah melalui penanaman Aqidah. Artinya jarang banget yang namanya ngerpek, nyontek bli soal coz standartnya bukan angka tapi pembuktian kualitas..asik kan. Nah klo pun ada ijazah tu Cuma penghargaan atas kemampuan murid dalam penguasaan ilmu, jadi bukan untuk sebagai acuan pencapaian target pendidikan.
3) Education for All
Pendidikan tuh gak Cuma buat orang yang punya duit, anaknya jendral, anaknya direktur etc. Tapi juga buat anak jalanan, anak kampungan, anak-anak sing katrok-katrok etc. Ya semuanya dapet hak yang sama. Begitulah islam mengkonsep pendidikannya. Gimana caranya? Tu urusan Khalifah (pemimpin Negara Islam) Cz istilahnya Pemerintah bertanggung jawab dengan penyediaan sarana and fasilitas secara Gratis total. Caranya ya ngrubah juga sistem ekonomi sekarang jadi ekonomi islam biar kita gak di akali ma barat dengan konsep bunga yang menjadi hutang indonesia, mengalahkan konsep dolar dengan konsep islam yakni pakek uang dinar (emas yang telah terbukti kestabilannya), nyabut konsep penjajahan barat dalam menguasai SDA menjadi konsep islam dengan kepemilikan umum/ rakyatnya. Jadi dengan Sistem2 islam kita bisa gratiskan Pendidikan kayak jamannya Khalifah2 terdahulu (ex: Khalifah Almustanir di kota baghdad)
4) Memback up 3 Unsur Pelaksana Pendidikan
Dalam islam ada 3 Unsur Pelaksana pendidikan yakne pendidikan sekolah pendidikan di masyarakat, dan pendidikan Keluarga. Klo bleh jujur percumah klo kita Cuma bangun pendidikan di sekolah dengan konsep islam klo masyarakatnya masih urakan, masih liberal masih jahiliyah. Bgtu pula dengan pendidikan yang ada di keluarga. Untuk memback up itu semua butuh yang namanya sistem Islam yang lain. Jadi sistem Pendidikan Islam juga harus didukung dengan sistem sosial dalam islam biar masyarakatnya gak jahiliyah. Nah sistem2 islam tu bakal bisa diterapin Cuma dalam bingkai Khilafah Islamiayah. Bukan demokrasi dan sistem sampah lainnya. Loh khilafahkan belum ada. Ya adakan kawan! Mari sambut Janji Allah dengan memperjuangkan hukum2nya.

***
Sabtu ini kulayangkan kembali pesan pendek padanya
Aslm. Dek Gmn Uanx?

Masih menunggu jawaban…

Semoga bukan jawaban sinis untuk para pemberontak kegelisahan…

10 thoughts on “Jawaban untuk ثَائِرٌ UAN (Ujian Akhir meNgenaskan)

  1. Itu ilustrasinya… ‘pirang roso monggo kerso’
    Tentang kebersamaan dalam perbedaan. Tentang jamaah yang mempererat ukhuwah islamiyah…

    Gak nyambung bro!

    Mestinya dikasih gambar seorang cewek yang stress belajar untuk persiapan UAN. Di meja belajar kamar, tengah malam… trus di belakangnya ada pocong sama kuntilanak. Pasti seru!

  2. Mangkane ta mas pean tu klo bikin ilustrasi mbokya liat blogQ dlu, ben tar bisa tak Palak gambar pean..hwe..hwe

  3. muup maz..
    td temenQ yg bLs..hehe..^^

    mksh y mz,,bwt artikelnya,,,

    tp kQ g dlnjutin y blZan dRQ??hehe..
    mwx..
    senyuM n sEmangat!!
    waslm..

  4. sayang tidak dikasih masukan yg jelas tentang pendidikan islam itu seperti apa, konsep riil sampeyan seperti apa, koq cuma mencibir aja , apkah seperti it pemuda islam penuh pembaharuan. g da isinya,sudah saatnya pemuda islam memberi teladan bukan hanya cibiran.jangan malu maluin pemuda islam. coba istiqfar. metode dakwah sampeyan dah pada jalannya g?hati-hati saja bla jlan rezeki sampeyan semakin sempit dengan pemikiran sampeyan sendiri.apakah konsep mencibir dapat menggalang semua gerakan dakwah di tangan sampeyan. jngan main-main dengan pemikiran sebelum anda lulus s3. sperti yusuf qardawiy,Quraisyhab,anis baswadien,abu ridho, apakah antum pantas mensejajarkan diri antm dengan mereka.dengan pemikiran antum yang sepintas saja

  5. To dek reni: Kill Me?ugh gak takut…Hwe. yup sama2?balesan pean gak kemuat cz cepetan ni tulisan dari pada balesan pean…gak pa2. gimana kabar Bu susi, Pak Joko ma Dek Aziz? Moga tetap dalam lindungan Allah Amien..

    To 3do: Astaugfirullah udah di kasih gambaran global di tulisan gtu..nah ketahuan ya bacanya gak lengkap! juga bisa liat sejarah islam di masa keemasannya. tak pinjemi bukunya ta? disana juga ada teknis pendidikan islam tu kayak apa…
    atau ngaji lagi nih ke HT…hwe
    Islam tu gak da kaitannya ma S3 tau S campur..hwe.
    pede ja, asal saya berpendapat didasarin ma Hukum Syara’
    lagian Allah gak liat derajat Qt dari berapa banyak ilmu dan buku yang kita tulis tapi Allah melihat ketaqwaan Qt..
    percuma banyak baca tapi minim aplikasi, hal semacam itu sangat dibenci Allah. (moga saya terhindar dari sifat yang seperti itu)
    makasih masukannya.. mampir lagi ya kapan2.

  6. alhamdulillah mas akhirnya q lu2s..mskpun nilainya g max..tp q bersyukur..toh ntar mw masuk univ kn kdu tes dulu..
    alhamdulillah mas smua baek2 j..kcuali q yg agak g fit..kbnyakan blj kali y..^^hehe..
    pean kpn kjbg??
    mama tanya kbr pean truz lho..
    snyum n smangat!!

  7. 🙂 ya Alhamdulillah…
    gak pa2 nilai tu cuman penghargaan doang…
    yang penting apa yang ada dalam dirikita dan bagaimana memanfaatkannya.
    ha ha ha…mukanya jadi kayak buku ntar ya? hehe
    ke jombang sekarang saya jarang. jarang pulang, dah mulai di kerjain ma tugas-tugas kuliah.
    pean ae yang ke surabaya
    pean katanya di bandung ya? telkom?
    oh ya nomer hpnya ganti gak? nomer sy tetap 69 blakangny
    yo..yo..maju dan menempati barisan terdepan tuk hadapi tantangan dan teriak tak ada lagi waktu bersantai tuk menggapai Janji-Nya..

  8. mas raind…doakan q lo2s snmptn n stan..q uda brusha semampuq,,
    tp skg tgl brdoa aja,,
    q g yakin bs lo2s..g bs ngrjain soalnya,,
    q g mw kcewain ortu,,
    mama ma ayah mpek sdh,,
    moga impianQ bwt ngehajiin mereka bkal jd knyataan. .
    amin….

    hiks-hiks,,q bingung..

  9. tenang ja dek tak doain biar pean diberi Allah yang terbaik menurut Allah SWT bukan menurut ortu atau pean…uuuuooookkkeeeyyyy!!!!!
    yup terus mendekat ma Allah dek…salam buat Bu Susi, Pak Joko and Dek Aziz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s