Densus 88 Unsensored (Bagian 1)

Huh akhirnya saya bisa nyisipin tulisan saya ke warnet lagi. Rasanya klo tangan ini gak ngetik bisa-bisa mati beku ma pemikiran saya dan terkalangkan dengan prasangka2 yang ada dalam diri saya untuk tidak menggerakkan jari lagi buat merangkai propaganda. Oke langsung ja ya ke permasalahan yang saat ini bikin semua telinga orang panas plus geli kadang juga jengkel. Masih ingat dalam memori kita ama yang namanya Arina Rahma yang berada di cilacap bersama ibunya. Mereka ditangkap oleh densus 88 yang menduga Rina sebagai istri Nurdin M Top. Penangkapan merekapun kasar. Dengan cara mendobrak pintu rumah mereka lalu masuk dan menangkapai mreka. Ataukah ini sebuah prosedur yang dibenarkan? Nah brangkat dari sana kita akan mencoba mengenal lebih dekat pasukan densus 88. siapa sih dibalik mereka, dan bagaimana mereka menjalankan modusnya. Oh ya tulisan ini datanya di sadur dari bukunya Muhammad Ikhlas Thamrin dengan judul Densus 88 undercover.

Kenalan Ama Densus 88
Ih takut gak kenalan ma tu intelejen negara? Pakek topeng trus bawa senjata lagi. Ayo sapa yang mau kenalan mreka angkat tangan? (klo kenalan ma mreka sih bukan angkat tangan lagi tapi angkat kaki…kabuuur). hmmm bagi saya mreka juga manusia yang sama2 makan baksonya (klo suka makan bakso sih) Buktinya saya brani knalan n cari info tentang mreka.
Densus 88 adalah suatu yunit antitetoris di bawah kepolisian RI (Polri) yang memiliki tugas ngatasin ganguan teroris mulai ancaman Bom ampek penyandraan dengan kekuatan 400 Personel. Ne gerakan sifatnya abu-abu alias rahasia, pilihan and menyebar di seluruh polda Indonesia (Thamrin 2007:64)
Nah tau gak densus 88 tu di latih loh ma CIA, FBI, dan Secret Service, nah it means that They are students of America. And telah kita ketahui sejak tahun 2001 Amrik tu gethol banget nyatain perang ma teroris, yang sebenarnya adalah perang melawan islam (hi hi niru kata katanya bang Munarman mantan ketua YLBHI). Nah loh, apa ne detasemen 88 juga kayak amrik? Moga ja enggak.
Pil os opi (Philosofi) Densus 88 tu gini, kata Brigader Jendral Pranowo bahwa angka 88 diambil dari jumlah korban ledakan bom bali. Nah anehnya yang diambil tu Cuma angka dari warga negara Ausralia yang tewas, tanya kenapa?. Lanjut ya, katanya lagi makna 88 tu angka yang gak putus, jadi nyambung alias gak putus nyambung kayak lagu, hi hi. Hal ini brarti densus 88 tu pekerjaannya terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Dari sini ja kita dah bisa mikir banyak, lah klo sekarang terorisnya dah habis tapi densus nya suruh kerja terus lalu densusnya gak nemuin teroris, apa mreka mau ngadain teroris sendiri? Ya gak tau, terjemahin sendiri ja, hi hi. Mungkin mau jaga biar terorsinya gak muncul kli ya, makanya ktanya maknanya terus beroprasi. Tapi klo saya boleh berpendapat dengan apa yang saya baca sih, teroris tu buatan amrik sendiri. Jadi selama amrik jadi negara adidaya ya Amrik dkk bakal nyudutin islam biar jadi jelek citranya dengan ngadain isu terorisme. Nah yang terahir artinya tu angka mreka kayak borgol gtuloh, jadi 88 tu buat borgol teroris. Huh lumayan juga ya philosofinya.
Kata LSM Foreign policy Infocus di awal tadi dalam tulisannya yang judulnya fighting terorism, undermining democracy in indonesia di katain klo AS dah ngasih dana bantuan bilateral sebanyak $ 130 Juta untuk tahun fiskal 2002 dan $ 10 juta didalamnya diberikan mam polri buat ngirimin delegasinya ke AS yang nantinya akan dilatih langsung ma FBI buat nanganin teroris, nah inilah yang jadi cikal bakal densus 88, bahkan buat bangun tu densus habis $ 76 juta. Beh tuju buset tu AS buat nanganin isue ini. Yang menjadi janggal adalah pembentukan densus 88 benar-benar disiapkan sebelum bom bali, dan seolah-olah bom bali adalah suatu peristiwa yang siap di selesaikan atau ibaratnya ujian bagi para densus 88. and finally mreka mampu bongkar (walaupun hasilnya banyak dipertanyakan) pelaku bom bali tersebut. Ya aneh kan, kayak sandiwara yang besar dalam sebuah kehidupan. Dan klo di pikir semua peristiwa tadi bukan kebetulan deh. Wallahualam.
Wes pokoknya dana buat densus tu buuuaaanyaaak banget deh, mreka juga nyedot dana APBN sebesar 2,315 milyar buat bangun kantor neh denser di Jatim. Saking banyaknya dana yang ditelan ma ne densus sampek ada yang mempertanyakan tu dana, salah satunya tu dari LIPI dan ISMES (apan sih nih singkatan? Wes tanya ja ke pak Google, he he) yakni Drs. Hamdan Basyar, M.Si. diantaranya komentar kayak gne: “ya kalau dana itu nyangkut dana publik harus dilaporkan secara trasparan, ada tidak kegiatan yang sifatnya intelejen, klo kegiatan intel memang tidak dipublikasikan. Tapi klo hal itu nyangkut dana umum, saya kita harus tahu, sehingga bisa diaudit oleh BPK. Selain itu DPR sebgai wakil rakyat harus mengetahuinya. Tapi selama ini kan masih dianggap sbg operasional intelegen. Nah ini yang kadang kadang menyulitkan untuk dibuka secara umum kepada publik. Tapi suatu saat itu juga harus dibuka karena ada masanya untuk tidak menutupi kegiatan ini”. Panjang ya komentarnya.

Modus Penangkapan yang dijalankan Densus 88
Berikut ini adalah catatan yang menunjukkan kinerja densus 88 juga terkesan keras dalam menjalankan operasinya seperti halnya yang dilakukan kepada Arina yang diduga istri Nurdin M. Top.

Satu
Salah seorang korban bernama Heri Sutopo, warga Sanggrahan, Pucangan, Kartasura yang telah ditangkap dan kemudian dilepas lagi mengaku sempat dipukuli dan diancam akan dibunuh jika tidak bisa menunjukkan keberadaan seseorang. (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/07/01/brk,200570163283,id.html)

Dua
Densus 88 Mabes Polri menangkap Ustadz Sahl (35), Pengajar di Pesantren al Amanah, Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (9/2), di Poso. Ia diduga terkait dengan buron teroris nomor wahid, Noordin M Top. Terkait pengankapan Ustadz Sahl, Ust Adnan bahkan menuduh polisi merekayasa keterkaitan lelaki itu dengan Noordin “saya mlihat semua ini adalah upaya sistematis untuk menjelek-jelekkan pesantren Al-Amanah. Sebenarnya mereka menyasar saya bukan Ust Sahl. Kalau polisi mau cari bukti bahwa pesantren saya mengajarkan terorisme, klo dapat, tutuplah pesantren saya.” Tegas Ustadz Adnan yang juga salah seorang deklarator Malino untuk Poso itu. Ust Sahl ditangkap denser eh densus 88 saat akan mengantar minyak tanah ke pelanggannya di jalan pulau irian jaya, kelurahan gebang redjo, poso kota. Sehari harinya ia memang pengecer minyak tanah. Sahl ditangkap pada kamis (9/2) oleh densus 88 dan langsung dibawah ke mabes polri untuk dipertemukan dengan abu mujahid yang telah tertangkap beberapa waktu yang lalu di Semarang, Jawa Tengah, Karena diduga menjadi salah satu seorang kepercayaan teman Dr. Azhari. (Sinar Harapan, 9 Februari 03)

Tiga
Jejen Ahmad jaelani, 43 tahun dan fahrudin, 30 tahun warga kecamatan Koja, Jakarta Utara ditangkap sehubungan wajahnya yang mirip dg Dr. Azahari bin Husin. Penangkapan Jejen hampr saja menjadi amuk masa, dan akhirnya rumah digeledah dan hanya menemukan dua tas berisi pakaian. Pihak keluarga Jejen merasa sangat terkejut karena media massa memberitakan secara luas penangkapannya padahal pihak keluarga menyakini Jejen tidak memiliki hubungan apapun dengan jaringan teroris. Akhirnya diketahuinya bahwa Jejen bukan Dr. Azahri (liputan6.com tanggal 14 Nov 2005)

Empat
Selain di Solo, pihak detasemen 88 Antiteror Polda maluku juga melakukan hal serupa. Seorang guru ngaji ditangkap karena aktivitas mengajar dicurigai sebagai aksi terorisme. Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman mengakui, aparat telah salah menangkap warga yang dicurigai sebagai teroris. Mereka adalah dua orang warga yang sehari-hari diketahui mengajar anak-anak tentang pengetahuan agama islam. Setelah diperiksa, ternyata tidak terkait aksi terorisme dan akhirnya dilepas begitu saja (http://www.malra.org/posko/malra.php4?nr=38246).

Lima
Diberitakan di suara merdeka 20 januari 2006 bahwa penangkapan yang dilakukan densus di karangngannyar bahwa polisi menangkap hanya menggunakan surat penangkapan yang ditulis tangan (tanggal 18 pukul 00.30). satu jam kemudian polisi baru memberikan surat tertulisnya yang diketik rapi. Namun polisi kembali mengirimkan surat penangkapannya pada jam 3.00 karena surat sebelumnya terdapat salah ejaan dalam menulis nama ibnu pramono. Dan saat itu pula densus 88 sempat salah sasaran hingga menggedor dua rumah yang mereka tidak tahu apa-apa. (Thamrin 2007)

Enam
Penangkapan joko di desa karanganyar yang diberitakan oleh suara merdeka 20/01/06 densus 88 menangkap Abu sayaf alias joko tanpa menyerahkan/menunjukkan surat resmi penangkapan dan keluarga tidak tahu joko dibawa ke mana.

Tujuh
“Densus 88 harus segera ditarik dari poso, Sulteng!” demikian Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengomentari konflik Poso yang semakin memanas. “Ulah” Densus 88 disebut2 sbg pemicu konflik tersebut, karena sebelumnya terlibat bentrok – yang mengakibatkan warga sipil tewas –dengan dalih menangkapi orang-orang yang tertera dalam daftar pencarian orang (DPO). Kenyataanya, operasi Densus 88 merupakan serangan bersenjata dengan terget umat islam. Dalam insiden 22 Januari 2007, 15 orang dilaporkan tewas tertembak, empat di antaranya anak-anak berusia 10-15 tahun. Hal yang paling memilukan dan memprihatinkan adalah ternyata semuakorban itu tidak tercantum dalam DPO! Aksi teror yang dilakukan oleh Densus 88 itu langusng mendapat respon dari komnas HAM, yang secara resmi menyatakan tindakan yang dilakukan oleh polisi pada 22 januari itu melanggar HAM, karena telah merampas hak hidup serta hak atas rasa aman warga. (Thamrin 2007)

Delapan
Densus 88 Antiteror menembak mati Aman Suryanto, 39 Tahun Korban yang punya nama lain Munajid alias Tajib, Warga banget Ayu, Semarang itu Tewas dalam insiden penyergapan anggota jaringan teroris di maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pekan lalu. “penangkapan itu tidak sesuai prosedur. Mestinya polisi tidak menembak Munajib, karena yang bersangkutan tidak melawan. Kalau tidak melarikan diri, mengapa harus ditembak?” tanya Anis Priyo Ansori, anggota TPM yang hendak bertindak sebagai kuasa hukum keluarga Munajid di semarang, Senin (26/ 3). (Tempo interaktif, 26 maret 2007)

Nah seklumit ini ja dlu ja ya? Ntar kita sambung dengan catatan data densus 88 yang lain dan kesimpulan dari tu smua data. Waslm..
to be bersambung… :p

jasa translate online

9 thoughts on “Densus 88 Unsensored (Bagian 1)

  1. Segala sesuatu selalu menyimpan dua sisi, baik dan buruk. tergantung dari sisi mana kita menilai dan menyikapinya. sisi kelam senantiasa akan dimiliki oleh siapapun.

    Namun untuk saat ini, negri ini butuh kedamaian. negeri ini sudah lelah dengan segala carut marut yang terus menderanya.

    Mudah-mudahan damai selalu menyertai negeri ini. Damai yang diperoleh dengan jalan yang benar-benar damai. tanpa ada yang tersakiti.

    Pasang Iklan Gratis

  2. @iklan grtis: kekacauan yang ada di indoneisia ini dah termasuk dalam konspirasi para pembenci islam. hendaknya kita tidak terbawa arus untuk menyudutkan islam. karena sesungguhnya tujuan dari orang-orang pembenci islam adalah merusak citra islam. pdahal belum benar2 jelas faktanya tntang JI di indonesia. maka bila ingin kedamaian ya terap kan islam secara keseluruhan dengan mendakwahkannya tanpa kekerasan.
    ingat amrik yg bunuh lebig dari 655 ribu orang kenapa tidak di cap teroris oleh dunia?
    tanya kenapa?
    karena dialah teroris sesungguhnya, dialah yang membenci ilslam dan ingin merusak citra baiknya. buktinya kejadian 9/11 ja tidak ada bukti yang mengarah ke islam. tapi mereka langsung menudu islam teroris
    dan terbukti oleh orang amerika sendiri bahwa yang mengebom adalah orang amerika sendiri (konspirasi). maka pengeboman ini (di Indonesia) hanyalah bagian kecil dari konspirasi CIA (AS) -seperti kata-kata Ust. Abu Bakar Ba’asyir-

    @ eko juli: aneh bukan, tanggal 8 bulan 8, persis dengan namanya dan makna densus 88, tanya kenapa?

  3. kenapa kita berjalan ditempat menggorogoti tangan kiri, kepalkan lagi tangan mu bergerak hantamkan ke muka, jangan kau menenggok mata hati para maniak penghancur islam. tegakkan syariah islam matikan semua neopatikan dan neoisrail.

  4. @ muhammad islam, justru kalau indonesia tidak diterapkan syariat islam anda akan dikatakan teroris..wah namanya muhammad islam ya harus pro syariat islam donk..

  5. Bnyk orang salah mengartikan Jihad, mungkin para terorisme udah pd di cuci otak nya pakai rinso, jd yg ada cuma bikin kisruh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s