Pharaoh and Moses

Fir’aun, sebuah nama yang melegenda, sebuah nama yang bahkan dibadikan dalam kitab suci Al-Quran, sebagai pembelajaran manusia agar tidak meniru kelakuan manusia paling hina ini. Fir’aun adalah seorang raja yang sangat berkuasa dan punya segalanya. Dia mempunyai semua kekayaan dunia, harta, wanita, dan tahta. Pasukannya beribu-ribu, hartanya bertumpuk-tumpuk, wanita dan selirnya beratus-ratus, kekuasaannya tak terbatas. Bahkan dengan mengatakan apa yang dia mau, dia bisa mendapatkan kenikmatan dunia yang dia inginkan. Berkebalikan dengan itu, rivalnya Musa tidak punya pasukan beribu-ribu, hanya beberapa pengikut saja, hartanya pun tidak bertumpuk-tumpuk, kekuasaan bak raja pun dia tak punya. Jika kita pikir secara logika, bila perang terjadi antara Fir’aun dengan segala kekuasaan dan pasukannya yang beribu-ribu melawan Musa yang jelata dan pengikutnya yang tidak seberapa, tentu Musa akan mengalami kekalahan mutlak. Ketika Musa dan pengikutnya dikejar Fir’aun dan pasukannya dan dalam keadaan terdesak, karena di belakang mereka Fir’aun dan pasukannya dan di depan lautan membentang, mestinya mereka kalah dan hancur. Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya. Musa menang dan berjaya, sedang Fir’aun dan pasukannya kalah dan tenggelam di Laut Merah. Kenapa Fir’aun yang mempunyai begitu banyak harta dan kekuasaan bisa kalah dengan Musa yang tidak punya apa-apa?? Jawabannya, meskipun Musa tidak punya harta, wanita dan tahta tapi Musa punya keimanan, Musa punya Allah dalam hatinya yang akhirnya menyelamatkan dan menolongnya. Itulah yang tidak dimiliki Fir’aun, maka dia pun dihinakan oleh Allah karena kesombongan dan kedzalimannya. Jadi, tidaklah akan berguna semua yang kita miliki di dunia ini, harta yang banyak, kekuasaan yang tak terbatas, karir yang mapan, jabatan tinggi, dll jika kita tidak memiliki Allah dalam hati kita. Karena harta-harta dan jabatan-jabatan tadi tidak akan bisa membantu dan menyelamatkan kita, karena mereka hakekatnya adalah makhluk, lemah dan terbatas. Namun bila kita memiliki Allah dalam hati kita, biarpun kita tidak mempunyai harta yang berlimpah, jabatan dan kekuasaan, maka kita akan tetap merasa cukup dan tenang, karena Allahlah Sang Khalik yang berkuasa atas diri kita yang akan selalu memberikan pertolongan dan kecukupan bagi hamba-hambaNya.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Talaq 2-3)
(cerita yang saya dapat dari seorang calon ayah yang diceritakan kepada saya sebagai pengingat, nasehat&motivasi, terimakasih <3Pak Rendra<3 ceritanya ;p)
A learner: -Na-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s