SKRIPSI: BAB I PENDAHULUAN

skripsi ini ditulis oleh
Rendra Siswoyo, S.S
062144024
UNESA LIDAH WETAN
email : S3ven_l3vel@yahoo.com
085 645 068 266

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Lirik lagu dapat dimasukkan ke dalam genre puisi dalam karya sastra. Perluasan makna puisi yang meliputi lirik lagu didasarkan pada pemahaman Riffaterre (dalam, Pradopo 2005:3) yang mengutarakan bahwa puisi selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera dan perubahan konsep estetikanya. Saat ini orang lebih banyak memilih kata-kata lalu memadukannya dengan lagu sehingga lebih mudah untuk dinikmanti dan mempunyai pengaruh estetis selain dari pada pilihan diksi, yakni irama dan nada.
Kemiripan unsur-unsur antara puisi dengan lirik lagu juga dapat menyatakan bahwa lirik lagu dapat disebut sebagai puisi. Pada puisi terdapat kadar kepadatan dan konsentrasi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan prosa (Pradopo, 1995:11). Dan pada lirik lagu juga memiliki hal yang sama yakni kadar kepadatan dan konsentrasi yang tinggi. Menurut Pradopo (1995:7) puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Dengan persamaan antara unsur-unsur puisi dan lirik lagu maka dapat dipahami bahwa lirik lagu disebut juga sebagai puisi, sebagaimana Teeuw (dalam Pradopo, 2005:5) bahwa pembaca berhak menentukan karya sastra itu puisi atau bukan berdasarkan ciri-ciri yang diamatinya. Dengan demikian lirik lagu dapat dikaji menggunakan teori dan metode yang sama dengan puisi.
Lirik lagu sebagai genre puisi dengan kandungan gagasan yang dikombinasikan dengan estetika dan irama dalam pelantunannya. Gagasan yang akan disampaikan dalam lirik lagu memiliki keistiwewaan tersendiri. Hal tersebut dikarenakan lirik lagu memiliki beragam fungsi didalamnya, antara lain (a) fungsi pengungkapan emosi, (b) fungsi pengungkapan rasa estetik (c) fungsi hiburan (d) fungsi reaksi jasmani (g) fungsi penyelenggara norma-norma sosial (h) fungsi pengesahan lembaga sosial dan (i) fungsi pengintegrasian sosial (Eriam, dalam Susanto 2008:2). Keistimewaan tersebut bisa dijelaskan bahwa penyampaian gagasan dalam lirik lagu akan lebih berpengaruh karena didukung oleh fungsi-fungsi di dalamnya.
Lirik lagu senantiasa terkait dengan gagasan yang ingin disampaikan oleh penuturnya untuk mempengaruhi pembaca. Hal tersebut dikarenakan dalam melakukan komunikasi manusia memiliki tujuan yang diinginkannya. Begitu halnya dengan lirik lagu Shoutul Khilafah merupakan media untuk untuk mengusung ide dari pengarang dalam interaksinya dengan masyarakat.
Gagasan dan juga makna unsur-unsur karya sastra hanya dapat dipahami dan dinilai sepenuhnya atas dasar pemahaman tempat dan fungsi unsur itu dalam keseluruhan karya sastra (Pradopo, 2005:141). Pemahaman secara utuh tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan analisis struktural. Analisis struktural adalah analisis sajak ke dalam unsur-unsurnya dan fungsinya dalam struktur sajak dan penguraian bahwa tiap unsur itu mempunyai makna hanya dalam kaitannya dengan unsur-unsur lainnya, bahkan juga berdasarkan tempatnya dalam struktur (Pradopo, 2005:120). Dalam lirik lagu Shoutul Khilafah antara bait satu dengan bait yang lainnya tentu tidak hanya dikaji berdasarkan nadanya atau pemilihan kata saja, namun lebih pada pemahaman unsur yang satu dengan unsur yang lainnya menjadi jalinan yang utuh. Pemahaman secara struktural dari lirik lagu Shoutul Khilafah digapai dengan pembacaan secara heuristik dan retroaktif yang akan mengantarkan kita pada penemuan makna dalam lirik lagu tersebut.
Pengolahan puisi melalui analisis struktural akan lebih jelas makna yang diperoleh apabila dilanjutkan dengan analisis semiotik. Karena ide yang ingin disampaikan melalui lirik lagu dapat diwujudkan dalam bentuk tanda, baik itu berupa Ikon, Indeks, Simbol dan bentuk tanda yang lain. Dengan tanda-tanda tersebut pembaca dapat memahami makna lirik lagu yang didalamnya telah ditanam ide tertentu oleh pencipta lagu tersebut. Pengeksplorasian tanda yang terdapat dalam lirik lagu dapat dilakukan dengan menggunakan pisau analisis semiotik sebagai ilmu tentang interpretasi tanda (Paul Cobley dan Litza Janz, dalam Khuta Ratna (2004:97).
Lirik lagu Shoutul Khilafah menyerukan tentang hukum-hukum Islam yang ingin diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Seruan tersebut menunjukkan suatu ideologi yang berseberangan dengan kondisi dan ideologi yang terdapat dalam mayoritas masyarakat di Indonesia yang tidak menerapkan hukum Islam sebagaimana yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Tanda yang bertebaran dalam lirik yang membawa ideologi yang berseberangan dengan ideologi mayoritas masyarakat tentu akan menonjol dan kompleks. Hal tersebut dikarenakan sesuatu yang baru dalam masyarakat mengharuskan penjelasan yang lebih nyata dan jelas agar masyarakat dapat memahami maksud dari ide yang berbeda dengan mereka. Dengan demikian tanda yang akan dikaji dalam penelitian ini berpotensi untuk di analisis menggunakan semiotik secara menyeluruh, baik menggunakan trikotomi tanda pertama, kedua dan ketiga yang tertuang dalam kajian Charles Sanders Peirce.
Keterkaitan semiotik Charles Sanders Peirce dengan lirik lagu Shoutul Khilafah yakni terdapat kecocokan antara lirik lagu dengan kajian Peirce yang menjelaskan tentang trikotomi tanda. Trikotomi tanda yang pertama yakni ditinjau dari sudut pandang hubungan antara representamen dan objek. Ditunjukkan dengan pembagian tanda secara sederhana antara lain Ikon, Indeks dan Simbol. Pada lirik lagu Shoutul Khilafah yang merupakan bentuk dari tanda dalam trikotomi yang pertama dapat dieksplorasi dengan baik. Sebagai contoh dalam kutipan data Berkah (SIS/II/10) dapat dianalisis bahwa kata berkah merupakan Simbol.
Trikotomi tanda yang kedua yakni hubungan representamen dengan tanda. Dalam pembagiannya antara lain terdapat Qualisign, Sinsign dan Legisgn yang lebih lengkap akan dijelaskan pada Bab II. Keterkaitan teori trikotomi yang kedua dengan lirik lagu yang akan diteliti sangat erat, karena dalam lirik lagu Shoutul Khilafah bertebaran representamen yang dapat dianalis kualitasnya sebagai tanda. Misalnya pada lirik “tak sempurna Islam tanpa Syariah”. Islam disini merupakan Sinsign, karena Islam belum mampu berfungsi secara sempurna tanpa adanya Syariah. Dengan demikian, Islam yang merupakan representamen belum berfungsi sebagai tanda tanpa adanya Syariah.
Trikotomi tanda yang ketiga menurut Pierce yakni berkaitan dengan interpretan dengan tanda. Hubungan antara Trikotomi tanda yang ketiga dengan lirik lagu Shoulul Khilafah yakni berkaitan erat. Hal tersebut dikarenakan trikotomi tanda yang ketiga yang terdiri dari Rheme, Discent dan Argument, juga terdapat dalam lirik lagu Shoutul Khilafah. Contoh yang dapat ditunjukkan yakni dalam lirik “Citra remaja Islam agung nan mulia”, kutipan tadi menunjukkan sebuah Argument juga Discent. Dikatakan sebagai Argument karena kutipan tersebut merupakan sebuah kesimpulan yang benar. karena sesuatu yang dikaitkan dengan agama itu dapat menjadi mulia. Bentuk tanda berupa Discent pada kutipan lirik tersebut, karena tidak memberikan alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Keterkaitan yang sangat erat antara kajian Peirce dengan lirik lagu Shoutul Khilafah sebagaimana pemaparan di atas merupakan indikasi bahwa semiotik kajian Charles Sanders Peirce berpeluang besar untuk menjadi pisau analisis dari lirik lagu Shoutul Khilafah. Dengan demikian, peneliti dapat memaksimalkan penelitian lirik lagu dengan kajian Peirce tanpa menggunakan pisau analisis dari kajian lain.
Berkaitan dengan lirik lagu Shoutul Khilafah yang dijadikan objek penelitian ini karena memiliki beberapa keunikan. Beberapa keunikan itulah yang dapat membedakan dengan lirik lagu yang lain untuk dijadikan objek penelitian. Adapun keunikan tersebut di antaranya :
1. Merupakan lagu dengan tema keKhilafahan Islam yakni berkaitan dengan penyeruhan penegakan hukum-hukum Islam dalam pemerintahan Islam. Tema yang dikategorikan perpolitikan tersebut menjadi pembeda dari tema lirik lagu lain yang berkutat pada tataran ibadah ritual dengan Tuhannya dan akhlak semata.
2. Shoutul Khilafah memiliki relevensi kuat dengan kehidupan nyata masyarakat, karena lagu ini memberikan solusi alternatif dalam setiap permasalahan kehidupan dengan Islam, dan solusi tersebut bersifat praktis yakni penerapan pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyah.
3. Lagu ini pertama kali dilantunkan dalam acara Konfrensi Khilafah Internasional pada 12 Agustus 2007 di GUBK (Gelanggang Utama Bung Karno) dan dihadiri 100.000 peserta dari indonesia dan internasional. Selain sebagai pembentuk opini publik tentu lagu ini menjadi sorotan dunia pada saat itu, karena mengungkapkan tujuannya untuk mengganti sistem kehidupan kapitalis saat ini menjadi sistem Islam.
4. Lagu ini memiliki arus pemikiran yang berbeda dengan pandangan mayoritas masyarakat di Indonesia. Lagu ini menyerukan perubahan aturan dan tatanan kehidupan masyarakat yang ada di Indonesia saat ini yakni dengan aturan Islam, sedangkan realitas yang ada dalam masyarakat adalah bukan aturan Islam.
Dengan demikian dari beberapa argumen di atas dapat ditunjukkan keunikan lirik lagu Shoutul Khilafah dibandingkan dengan lirik lagu yang lain yang terdapat di Indonesia. Lirik lagu tersebut juga berpotensi untuk dijadikan sebagai objek penelitian.
Beberapa poin yang dapat diambil dari uraian yang telah digambarkan sebelumnya menunjukkan bahwa pertama, keterkaiatan antara lirik lagu dengan kajian Peirce sangat erat, baik dalam trikotomi tanda yang pertama, kedua dan ketiga. Kedua, kelebihan dari lirik lagu Shoutul Khilafah bila dibandingkan dengan lirik lagu yang lain adalah keunikan dalam lirik lagu tersebut sehingga membedakan dengan lirik lagu yang lain. Dari penunjukan argumen dan poin pendukung di atas maka peneliti menetapkan judul dalam penelitian ini, yakni ANALISIS SEMIOTIK DALAM LIRIK LAGU “SHOUTUL KHILAFAH” (KAJIAN CHARLES SANDERS PEIRCE). Dengan kajian Peirce pada lirik lagu Shoutul Khilafah diharapkan mampu mengupas makna yang terkandung dalam lirik lagu tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka peneliti merumuskan masalah penelitian tersebut antaralain:
1) Apa makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi pertama Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Ikon, Indeks dan Simbol?
2) Apa makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi kedua Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Qualisign, Sinsign dan Legisgn?
3) Apa makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi ketiga Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Rheme, Discent dan Argument?
1.3 Tujuan Penelitian
Memahami permasalahan yang telah dikemukakan di atas maka tujuan penelitian ini adalah:
1) Memperoleh deskripsi makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi pertama Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Ikon, Indeks dan Simbol.
2) Memperoleh deskripsi makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi kedua Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Qualisign, Sinsign dan Legisgn.
3) Memperoleh deskripsi makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi ketiga Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Rheme, Discent dan Argument.
1.4 Manfaat Hasil Penelitian
1.4.1 Manfaat teoritis
Penelitian ini memberikan manfaat dalam pengembangan teori semiotik. Aplikasi teori semiotik dalam penelitian ini akan memperkaya contoh-contoh penerapannya, terutama pada trikotomi tanda (Kajian Peirce) terhadap lirik lagu.
1.4.2 Manfaat praktis
Hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi pengembangan kerja para praktisi semiotik yakni dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai contoh aplikasi semiotik Charles Sanders Peirce yang berkaitan dengan trikotomi tanda oleh dosen. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan oleh mahasiswa dalam memahami teori semiotik Charles Sanders Peirce dan mengetahui cara penerapannya dalam karya sastra serta bisa digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya dalam sudut pandang yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s