SKRIPSI: BAB IV ANALISIS SEMIOTIK DALAM LIRIK LAGU “SHOUTUL KHILAFAH” (KAJIAN CHARLES SANDERS PEIRCE)

skripsi ini ditulis oleh
Rendra Siswoyo, S.S
062144024
UNESA LIDAH WETAN
email : S3ven_l3vel@yahoo.com
085 645 068 266

BAB IV
ANALISIS SEMIOTIK DALAM LIRIK LAGU “SHOUTUL KHILAFAH”
(KAJIAN CHARLES SANDERS PEIRCE)

4.1 Makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi pertama Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Ikon, Indeks dan Simbol
Tabel 4.1 Trikotomi Pertama Charles Sanders Peirce
No Trikotomi 1 Peirce Bentuk tanda
Ikon –
Indeks

Tiada Islam tanpa Syariah, terapkan Quran dan sunnah
Tiada Islam tanpa Syariah, tegakkan Islam yang kaffah (TIS/II/3-4)
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Indonesia jadi berkah
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Sejahtra seluruh umat (TIS/III/5-8)
Lama sudah kami menanti
kapankah kau tegak kembali
Cukuplah sudah penantian ini
pastilah kau segera kembali (SK/I/1-4)
Sambutlah Khilafah, Sambutlah Khilafah
Pelaksana hukum Syariah..
Sambutlah Khilafah, Sambutlah Khilafah
Tegaklah kemuliaan umat..(SK/II/5-8)
Langkah perjuangan takkan terhenti
Hingga tegaknya hukum Allah
Walau tantangan datang tiada henti,
Takkan surut perjuangan ini..(SK/III/9-12)
Khilafah memimpin dunia
Hancurlah kemungkaran (KMD/IV/14-15)
Tiada kemuliaan tanpa Islam
Tak sempurna Islam tanpa Syariah
Takkan tegak Syariah tanpa Daulah
Daulah Khilafah Rasyidah (LII/II/5-8)
Railah-railah Kepemimpinan
Tuk terapkan Syariah…
Railah-railah Kepemimpinan
Tuk tegakkan Khilafah…(LII/III/13-16)
Selamatkan dengan Syariah,
Kehidupan menjadi berkah (SIS/II/9-10)
Ketika syiar-syiar Islam dihinakan
Oleh durjana kaum kafir yang terhina
Itulah saat seluruh muslimin berjuang
Bersama khalifah sang pemimpin dambaan (HAJY/I/1-4)
Ketika genderang jihad dikumandangkan
Itulah saat pintu surga tlah terbentang (HAJY/I/9-10)
Ketika Khilafah Islam tlah ditegakkan
Seluruh syiar Islam takkan terhinakan (HAJY/I/13-14)
Jangan ikuti gaya hidup jahiliyah
Merusak raga, jiwa serta agama
Merusak pribadi, keluarga, negara
Ayo luruskan dengan Islam (RIB/II/11-14)
Simbol Quran Dan Sunnah (TIS/II/3)
Syariah (TIS/III/5)
Khilafah (TIS/III/5)
Kaffah (TIS/II/4)
Hukum Jahilliyah (TIS/III/12)
Kemungkaran (KMD/IV/15)
La’ Izzata illa bil Islam
Walaa Islama illa bisy Syariah
Walaa syari’ata illa bid daulah
Daulah Khilafah rosyidah (LII/I/1-4)
Berkah (SIS/II/10)
syiar-syiar Islam (HAJY/I/1)
durjana kaum kafir (HAJY/I/2)
Hayya alal jihad ya muslimun
Hayya alal jihad ya mukminun
Isy Kariiman au mut Syahiidan (HAJY/II/5-7)
kehidupan dunia yang fana (RM/I/4)
tanpa amaliyah dunia akhirat (RM/I/8)

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa kumpulan lagu Shoutul Khilafah mempunyai kandungan makna yang paling banyak pada bentuk Indeks. Sebaliknya bentuk makna Ikon dalam kumpulan lagu Shoutul Khilafah tidak ada. Bentuk Indeks mendominasi karena banyak baris pada kumpulan lirik lagu tersebut merupakan bentuk penjelasan sebab akibat. Sedangkan tidak adanya bentuk Ikon dapat dipahami karena keberadaan Ikon tidak seharusnya terletak pada kata namun pada bentuk utuh kemiripan pada suatu benda. Untuk mendalami makna setiap Indeks dan Simbol yang terdapat dalam lirik lagu tersebut maka akan diuraikan lebih detail.
4.1.1 Bentuk Indeks dan Makna Indeks dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Berikut Indeks lagu yang terdapat dalam lirik lagu Shoutul Khilafah beserta penjelasan maknanya.
(1)
Tiada Islam tanpa Syariah, terapkan Quran dan sunnah
Tiada Islam tanpa Syariah, tegakkan Islam yang kaffah (TIS/II/3-4)

Indeks adalah hubungan yang mempunyai jangkauan eksistensial (Zaimar, 2008:5). Eksistensial yang dimaksudkan adalah eksisnya sesuatu tentu disebabkan adanya sesuatu yang lain, dalam bahasa sederhananya adalah hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, dijelaskan oleh Zoest (1993:24) bahwa dalam hal tersebut hubungan antara tanda dengan detonatum (objek) adalah bersebelahan. Dikatakan bahwa tidak ada asap bila tidak ada api. Asap dapat dianggap sebagai tanda untuk eksisnya api dan dalam hubungan seperti ini asap adalah Indeks
Kata tiada Islam tanpa Syariah merupakan bentuk Indeks yang paling jelas. Yaitu Syariah merupakan sekumpulan aturan yang mencakup seluruh kehidupan diantaranya aturan yang mengatur manusia dengan Tuhannya, manusia dengan dirinya sendiri dan manusia dengan manusia. Aturan tersebut telah lengkap dalam mengatur segala aspek kehidupan dari rumah tangga keluarga hingga rumah tangga negara, dari bangun tidur hingga tidur lagi. Dengan demikian keterkaitan antara Syariah dengan Islam sangatlah erat. Dapat diibaratkan Syariah merupakan jasad dari Islam dan Islam merupakan nama panggilan dari jasad manusia tersebut.
Islam hanya akan nampak jika Syariah tersebut terdapat dalam setiap aspek kehidupan, baik individu maupun negara, begitulah makna tiada Islam tanpa Syariah. Bila tanpa adanya Syariah maka orang yang memeluk Islam tidak ada bedanya dengan orang non Islam. Perbedaan tersebut hanya pada KTP (kartu tanda penduduk) yang menyatakan keIslaman mereka. Jika ingin memerlukan bukti yakni ketika kita pergi ke Mall maka kita tidak akan mampu membedakan antara orang non muslim dengan orang muslim, karena pakaian, cara bertingkah laku semuanya sama.
Dengan adanya Syariah maka akan nampak jelas ciri khas individu, dan masyarakat Islami dalam kehidupan. Lebih dari itu pelaksanaan Syariah merupakan bentuk dari ketaatan terhadap Allah. Dengan demikian Indeks tiada Islam tanpa Syariah telah diterangkan hubungan keterkaitan keduanya yang berupa hubungan sebab akibat.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang kedua dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(2)
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Indonesia jadi berkah
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Sejahtra seluruh umat (TIS/III/5-8)
Bentuk Indeks ditunjukkan pada kata terapkan Syariah tegakkan Khilafah sebagai sebab dan Indonesia menjadi berkah sebagai akibat. Dengan maksud Indonesia tidak memiliki berkah jika tidak menerapkan Syariah dan menegakkan Khilafah. Ungkapan yang sangat tegas tersebut bukanlah sesuatu yang ‘wah’. Karena hal tersebut merupakan bagian dari sebuah keimanan jika kita menegakkan hukum Allah SWT. maka Allah SWT. pasti membukakan berkah dari langit dan dari bumi.
Pada baris berikutnya yang juga merupaan Indeks dengan pola yang sama seperti baris sebelumnya. Bila digabungkan makna kedua beris tersebut akan menjadi rangkaian kalimat majemuk setara yakni terapkan Syariah dan tegakkan Khilafah maka Indonesia jadi berkah dan seluruh umat sejahtera. Dengan demikian keberkahan itu sekarang tidak ada dengan dibuktikan fakta-fakta masyarakat saat ini diantaranya kemiskinan yang semakin meningkat, hutang luar negeri semakin meningkat, perpolitikan semakin kotor, pengambilan sumber daya alam juga diserahkan kepada asing sehingga masyarakat tidak dapat menikmati kekayaan alam ini. Semua ketidakberkahan tersebut terlahir secara sistematis dari sistem non-Islam yang sekarang ini diterapkan dalam kehidupan, yakni sistem kapitalisme.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang ketiga dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(3)
Lama sudah kami menanti
kapankah kau tegak kembali
Cukuplah sudah penantian ini
pastilah kau segera kembali (SK/I/1-4)

Indeks dalam data di atas dapat dijelaskan bahwa baris yang menyatakan kapankah kau tegak kembali merupakan sebab dan menanti merupakan akibat. Sebab belum kembalinya sesuatu yang dinantikan maka penantian itu akan senantiasa berlangsung.
Penantian yang dimaksud dalam lirik lagu tersebut adalah penantian terhadap janji Allah SWT. akan kembalinya sistem pemerintahan yang menerapkan seluruh aturan Allah SWT. di muka bumi ini, yakni Khilafah Islamiyah. Hingga sekarang janji Allah SWT. itu belum juga terwujud, dan untuk mewujudkannya bukanlah dengan berdiam diri, melainkan melakukan kegiatan yang menyebabkan janji itu terwujud, yakni memperjuangkannya.
Pernyataan tegak kembali dapat dipahami bahwa Khilafah Islam pernah tegak sebelumnya. Bahkan tegaknya Khilafah Islamiyah tersebut mencapai 13,5 abad kemudian runtuh pada tahun 1924 masehi karena strategi pecah belah inggris. Ditakatan telah lama penantian ini karena batas waktu untuk tegaknya Khilafah adalah 3 hari setelah runtuh. Namun saat ini kita menyaksikan telah lebih dari 86 tahun setelah tahun 1924 masehi Khilafah belum juga tegak kembali.
Sesuatu yang dinanti pastilah sesuatu yang istimewah. Karena ini adalah janji Allah SWT. maka hal ini merupakan sesuatu yang pantas untuk dinanti dan diperjuangkan berapapun lamanya. Karena memperolehnya adalah sebuah keberkahan dan keagungan dari Nya.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang keempat dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(4)
Sambutlah Khilafah, Sambutlah Khilafah
Pelaksana hukum Syariah..
Sambutlah Khilafah, Sambutlah Khilafah
Tegaklah kemuliaan umat..(SK/II/5-8)
Pola Indeks pada kutipan data di atas sama dengan pola Indeks pada bentuk Indeks yang ketiga. Yakni pelaksana hukum Syariah sebagai sebab dan penyambutan Khilafah sebagai akibat. Salah satu tujuan dari tegaknya Khilafah Islamiyah adalah melaksanakan hukum Syariah secara total. Dengan demikian sebagai seorang muslim maka pelaksaan hukum Islam secara total adalah bentuk ketundukan pada Allah SWT. dalam menggapai Ridho-Nya. Olehkarena itu lirik lagu tersebut menyatakan dengan jelas penyambutan Khilafah karena Khilafah merupakan sarana untuk mendapatkan Ridho Allah SWT.
Makna menyambut Khilafah sebagai pelakasana hukum Syariah disini adalah dengan memperjuangkannya. Melaksanakan hukum Syariah secara total dalam segala lini kehidupan, baik dalam ekonomi, politik, dan juga sosial tentu membutuhkan pengorbanan yang besar. Menyebarkan dan memahamkan masyarakat dengan Islam dan mengajak mereka untuk ikut berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah merupakan bentuk penyambutan khiafah Islamiyah. Karena janji Allah SWT. tidak datang begitu saja melainkan dengan mengusahakan hukum sebab akibatnya.
Makna tegaknya kemuliaan umat yakni ketika Khilafah Islamiyah ditegakkan maka umat keseluruhan akan dilindungi kecuali mereka yang menentang Khilafah Islamiyah. Pemahaman saat ini tentang umat Islam yang sedang terpuruk di berbagai belahan dunia merupakan akibat tidak diterapkannya hukum Islam secara keseluruhan. Tidak ada Negara Besar yang melindungi umat Islam, yang terjadi justru pembantaian dan perampasan sumber daya alam umat Islam secara professional. Maka dengan adanya Khilafah sebagai pelaksanan hukum Allah SWT. secara total akan mengatur segala bentuk pengurusan dan juga pemeliharaan umat menurut hukum-hukum yang penuh berkah.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang kelima dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(5)
Langkah perjuangan takkan terhenti
Hingga tegaknya hukum Allah
Walau tantangan datang tiada henti,
Takkan surut perjuangan ini..(SK/III/9-12)
Perjuangan tidak akan berhenti jika tujuan yang menyebabkan perjuangan tersebut belum tercapai, yakni tegaknya hukum Allah SWT. Sebab dari bait di atas terdapat pada baris kedua dan ketiga kemudian akibatnya pada baris pertama dan baris keempat.
Makna dari bait di atas adalah tekad yang sangat kuat untuk bisa mewujudkan tegaknya hukum Allah SWT. dalam kehidupan ini. Berbagai macam tantangan yang menghalangi dakwah bukanlah sebuah hambatan yang bisa menghentikan tujuan tersebut. Bahkan tantangan yang paling membahayakan sekaligus seperti tercabutnya nyawa tidak akan menghentikan langkah untuk tetap melangkah mendakwahkan Islam dan mengajak pada perjuangan Khilafah Islamiyah.
Makna selanjutnya adalah ketika sesuatu itu membutuhkan pengorbanan yang sangat besar bahkan bisa jadi itu adalah pengorbanan berupa nyawa sekaligus maka yang diperjuangkan itu tentulah hal yang sangat besar dan agung. Khilafah Islamiyah memiliki keagungan untuk diperjuangkan, dengan alasan yang pertama karena merupakan janji dan kewajiban dari Allah SWT. untuk kita perjuangkan. Alasan yang kedua yakni karena Khilafah Islamiyah adalah perkara hidup dan matinya umat Islam. Khilafah Islamiyahlah yang menjadi perisai umat ketika umat diancam dengan berbagai macam penindasan. Dan Khilafahlah yang memenuhi kebutuhan umat dengan aturan Allah SWT.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang keenam dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.

(6)
Khilafah memimpin dunia
Hancurlah kemungkaran (KMD/IV/14-15)
Hancurnya kemungkaran disebabkan keberadaan Khilafah yang telah memimpin dunia, itulah hubungan Indeks dalam baris lagu di atas. Kemungkaran yang dimaksud dalam baris lagu di atas adalah segala bentuk aturan atau perbuatan yang tidak didasarkan pada hukum Allah SWT. atau aturan Allah SWT.
Apabila dibalik yakni tiada Khilafah maka kemungkaran semakin merajalela. Hal tersebut dapat dibuktikan pada fakta sekarang ini, dimana ketiadaan Khilafah menjadikan manusia menggunakan hukum dan aturan buatan sendiri. Hukum dan aturan buatan manusia tentu memiliki kecacatan betapapun pandainya manusia membuat aturan, dan kecacatan itulah yang mengakibatkan kerusakan aturan di masyarakat. Olehkarena itu maksud dan makna dari Khilafah memimpin dunia dan hancurnya kemungkaran adalah Khilafah akan menghapuskan aturan dan hukum buatan manusia yang merupakan sumber kemungkaran lalu digantikan dengan aturan Allah SWT. yakni syariat Islam.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang ketujuh dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(7)
Tiada kemuliaan tanpa Islam
Tak sempurna Islam tanpa Syariah
Takkan tegak Syariah tanpa Daulah
Daulah Khilafah Rasyidah (LII/II/5-8)

Islam merupakan satu-satunya sumber kemuliaan. Karena Islam adalah sumber kebenaran, dan setiap kebenaran memancarkan kemuliaan. Dari data di atas maka sebab dapat dibahasakan sebagai sumber. Islam hanya sebuah nama dan tidak akan sempurna bila Islam tidak disertai dengan Syariah. Syariah inilah yang menjadi pembeda antara Islam dengan non Islam.
Syariah bersifat pemikiran tentang solusi dari setiap permasalahan dikehidupan, baik dalam politik, ekonomi, dan juga pendidikan. Sifat Syariah yang berupa pemikiran tidak akan bisa diterapkan tanpa adanya pelaksana dan pengontrol, olehkarena itu dibutuhkan pelaksana untuk menegakkan Syariah yakni daulah Khilafah (Negara khilfah Islamiyah). Dengan demikian telah jelas makna dari takkan tegaknya Syariah tanpa daulah Khilafah rasyidah.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang kedelapan dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(8)
Railah-railah Kepemimpinan
Tuk terapkan Syariah…
Railah-railah Kepemimpinan
Tuk tegakkan Khilafah…(LII/III/13-16)
Railah-railah kepemimpinan merupakan bentuk Indeks sebagai akibat, dan tuk terapkan Syariah adalah sebab. Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa untuk dapat menerapkan Syariah diperlukan pelaksananya, yakni negara. Negara tentu membutuhkan pemimpin, olehkarena itu makna dari data (LII/III/13-16)yakni meraih kepemimpinan untuk menegakkan Syariah.
Negara yang dimaksud untuk menerapkan Syariah bukanlah negara dengan dasar kapitalisme, sosialisme ataupun demokrasi. Penerapan Syariah Islam hanya dapat di terapkan dalam negara yang berasaskan Islam, yakni Khilafah Islamiyah. Demikianlah makna dari lirik lagu railah kepemimpinan untuk menegakkan Khilafah.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang kesembilan dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(9)
Selamatkan dengan Syariah,
Kehidupan menjadi berkah (SIS/II/9-10)
Makna Indeks tersebut telah nampak yakni kehidupan akan menjadi berkah dikarenakan Syariah Islam telah diterapkan. Kata selamatkan dengan Syariah merupakan pernyataan yang menggambarkan fakta sekarang ini. Sesuatu yang diselamatkan berarti sedang sakit. Sehingga Indonesia saat ini sesungguhnya sedang sakit secara ekonomi, politik, pendidikan dan sosial, olehkarena itu perlu diselamatkan. Penyelamat itu bukanlah berupa demokrasi kapitalis seperti yang saat ini diterapkan, karena justru dengan demokrasi dan sistem kapitalisme itu Indonesia menjadi semakin terpuruk di berbagai bidang. Dengan demikian sudah semestinya Syariah tampil sebagai solusi Indonesia, karena telah nyata bahwa Syariah adalah hukum yang dibuat oleh Allah SWT.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang kesepuluh dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(10)

Ketika syiar-syiar Islam dihinakan
Oleh durjana kaum kafir yang terhina
Itulah saat seluruh muslimin berjuang
Bersama khalifah sang pemimpin dambaan (HAJY/I/1-4)

Bentuk Indeks tersebut ditandai dengan baris pertama dan baris kedua sebagai sebab dan baris ketiga dan keempat adalah akibat. Kaum muslimin berjuang membela Islam ketika syiar-syiar Islam dihinakan oleh kaum kafir. Kaum muslimin tidak bisa berjuang secara optimal untuk saat ini, bagaimana dapat berjuang maksimal sementara kondisi kaum muslim saat ini masih sangat memprihatinkan. Untuk itu diperlukan Khilafah sebagai perisai bagi kaum muslim.
Bentuk penghinaan yang dilakukan oleh kaum kafir seperti Israel yang membantai Palestina, Amerika yang membumi hanguskan afganistan dan irak tentu tidak bisa diselesaikan hanya dengan kecaman atau perundingan semacam diplomasi biasa. Karena mereka telah beratus ratus kali melanggar perjanjian dan seharusnya yang dilakukan kepada mereka adalah memerangi bila kaum kafir tersebut tetap membantai kaum muslimin. Untuk itu maka diperlukan Negara yang sama kuatnya dengan para Negara adidaya tersebut. Yakni dengan Khilafah Islamiyah. Begitulah yang dimaksud dengan perjuangan kaum muslimin ketika diserang oleh kaum kafir.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang kesebelas dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(11)
Ketika genderang jihad dikumandangkan
Itulah saat pintu surga tlah terbentang (HAJY/I/9-10)
Ketika Khilafah Islam tlah ditegakkan
Seluruh syiar Islam takkan terhinakan (HAJY/I/13-14)
Dari teks lirik lagu di atas dapat dipahami bahwa Indeks terdiri dari baris pertama sebagai sebab dan baris kedua sebagai akibat. Pintu surga akan terbentang ketika seruan jihad untuk melawan kaum kafir yang menindas Islam secara terang-terangan telah dikumandangkan. Hal tersebut dikarenakan janji Allah SWT. ketika berjihad melawan musuh yang terang-terangan menyerang Islam maka ia akan mendapatkan kehidupan yang kekal di dalam surga Allah SWT.
Begitu pula dengan adanya Khilafah maka ia laksana perisai yang senantiasa melindungi umat sehingga disaat Khilafah tegak maka tidak ada lagi yang menghina Islam dan Islam pun tidak akan menghina agama lain.
Berikut ini merupakan bentuk Indeks yang keduabelas dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(12)
Jangan ikuti gaya hidup jahiliyah
Merusak raga, jiwa serta agama
Merusak pribadi, keluarga, negara
Ayo luruskan dengan Islam (RIB/II/11-14)
Indeks dalam lirik lagu di atas dapat dipahami bahwa baris pertama dan juga baris ke empat merupakan akibat. Sedangkan baris ke dua dan juga baris ke tiga merupakan sebab. Kerusakan yang ditimbulkan apabila mengikuti gaya hidup yang jahiliyah (rusak) yakni menghancurkan raga, jiwa, agama, pribadi, keluarga hingga negara, olehkarena kerusakan-kerusakan itu menjadikan adanya larangan untuk mengikuti gaya hidup tersebut.
Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan gaya hidup jahiliyah (liberal, freesex, punk dsb) tersebut tentu tidak hanya mengakibatkan adanya larangan untuk mengikutinya, namun juga akan menghasilkan anjuran untuk memperbaikinya. Perbaikan terhadap gaya hidup tersebut sesuai dengan lirik lagu tersebut adalah dengan Islam.
4.1.2 Bentuk Simbol dan Makna Simbol dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Simbol yang dimaksudkan Peirce adalah tanda yang hubungan antara tanda dan objek ditentukan oleh suatu peraturan yang berlaku umum (Zoest 1993:25). Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang pertama dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(13)
Quran dan Sunnah (TIS/II/3)
Syariah (TIS/III/5)
Khilafah (TIS/III/5)
Kaffah (TIS/II/4)
Hukum Jahilliyah (TIS/III/12)
Al quran dan as sunnah merupakan Simbol. Karena merupakan kesepakatan umum yang telah ditentukan oleh masyarakat. Al quran adalah kitab suci umat Islam yang didalamnya terdapat firman Allah SWT. yang diturunkan pada Rasulullah SAW. Al-quran merupakan Simbol karena nama al-Quran merupakan ketetapan untuk nama kitab suci umat Islam. Sedangkan untuk nama kitab-kitab lain yang berbeda Islam juga memiliki nama yang berbeda pula dengan al Quran.
As Sunnah juga merupakan Simbol. As Sunnah merupakan penjelas Al Quran. Segala hal yang belum rinci dalam Al-Quran dijelaskan dalam As Sunnah. Keterangan atau hukum yang merupakan penjelas seperti ini berbeda pula penyebutannya dengan penjelas pada agama-agama lain. Dengan demikian As sunnah merupakan Simbol.
Syariah juga merupakan Simbol. Bila di Indonesia mengunakan undang-undang dan hukum-hukum positif lainnya, maka Islam memiliki sekumpulan hukum yang juga dapat mengatur negara dan mengatur setiap permasalahan manusia, yakni Syariah Islam. Dengan demikian maka Syariah sudah sepantasnya menjadi Simbol karena kesepakatan umum yang telah ditetapkan masyarakat bahwa Syariah merupakan sekumpulan hukum-hukum Islam.
Khilafah pada data di atas juga merupakan Simbol. Bila di negeri-negeri muslim saat ini menggunakan sistem republik, dan ada pula sistem kerajaan, maka Khilafah Islamiyah ini bukanlah termasuk keduanya. Khilafah Islamiyah memiliki pengaturan khusus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu Khilafah merupakan Simbol dari pemerintahan Islam.
Kaffa berarti keseluruhan. Kaffa juga merupakan Simbol terhadap Islam yang harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan. Bila diartikan dengan istilah bahasa Indonesia kaffa adalah totalitas dalam hal tertentu. Maka apabila seseorang menyebutkan kata kaffa dalam konteks hukum Islam maka yang dimaksud adalah menerapkan Syariah Islam secara total dalam setiap sendi kehidupan manusia.
Hukum jahiliyah masuk dalam bentuk Simbol. Yang dimaksud hukum jahiliyah yakni hukum yang memiliki sifat jahil atau sama bodohnya dengan masa kegelapan arab sebelum Rasul datang, dan saat ini masih banyak yang mengikuti hukum-hukum yang salah tersebut. Contohnya demokrasi, liberalisme, sekularisme, feminisme, dan paham-paham yang bersumber dari barat yang seolah baik namun sejatinya adalah paham yang merusak.
Penyebutan hukum jahiliyah juga memiliki yakni aturan kehidupan yang dibuat oleh manusia dan tidak dilandaskan pada Islam. Olehkarena itu penyebutan yang mendapatkan kesepakatan masyarakat tersebut adalah bentuk Simbol dari sekelompok pemahaman yang rusak dan berasaskan pemisahan kehidupan dengan agama yang dinamakan sekularisme.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang kedua dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(14)
Kemungkaran (KMD/IV/15)
Kemungkaran merupakan Simbol. Karena kemungkaran berasal dari kata dasar mungkar yang berasal dari bahasa arab. Kemungkaran merupakan penyebutan atas sesuatu yang menyimpang dari aturan Islam. Penyebutan penyimpangan tersebut apabila dalam negara Indonesia adalah bentuk pelanggaran hukum. Dengan demikian kemungkarang merupakan Simbol dari Islam untuk menunjukkan adanya ketidaksesuaian sesuatu hal dengan konsep al Quran dan as Sunnah.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang ketiga dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(15)
La’ Izzata illa bil Islam
Walaa Islama illa bisy Syariah
Walaa syari’ata illa bid daulah
Daulah Khilafah rosyidah (LII/I/1-4)
Yang menjadikan lirik lagu tersebut menjadi Simbol adalah bentuk kalimat tersebut berupa bahasa arab. Bahasa merupakan Simbol. Terjemahan bebas dari Simbol tersebut adalah Tiada kemuliaan tanpa Islam, Tak sempurna Islam tanpa, syaria, Takkan tegak Syariah tanpa Daula, Daulah Khilafah Rasyida. Secara makna dapat diketahui bahwa kemuliaan itu hanya pada Islam, Islam tidak akan sempurna dan hanya sebatas agama ketika Syariah tidak ada. Dan Syariah yang merupaan pembeda antara Islam dan agama lainnya tidak bisa tegak bila tidak didirikannya negara Khilafah Islamiyah.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang ketiga dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(16)
Berkah (SIS/II/10)

Berkah merupakan bentuk Simbol. Pada dasarnya berkah berasal dari bahasa arab untuk menunjukkan suatu karunia Allah SWT. yg mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang keempat dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(17)
syiar-syiar Islam (HAJY/I/1)

Syiar-syiar Islam merupakan bentuk Simbol. Syiar-syiar Islam merupakan Simbol dalam penyebaran Islam. Syiar-syiar Islam dapat berupa seruan terhadap umat Islam untuk menerapakan Islam dalam pribadi, keluarga dan negara. Juga berupa pendidikan terhadap setiap individu dan masyarakat secara umum agar bisa memahami pengetahuan tentang Islam.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang kelima dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(18)
durjana kaum kafir (HAJY/I/2)

Ketiga kata di atas merupakan Simbol karena menggunakan bahasa serapan dari bahasa arab. Bahasa tersebut merupakan kesepakatan dari masyarakat dan bangsa arab dalam menyebut kejahatan orang-orang kafir. Kata durjana berarti kejahatan dan kaum adalah masyarakat serta kafir merupakan orang non muslim.
Kedurjanaan kaum kafir telah jelas nampak dalam berbagai bidang. Mereka menyerang Islam baik secara budaya dan juga secara fisik. Secara budaya telah dapat kita lihat melalui televise-televisi tentang propaganda mereka yang senantiasa menamkan ide-ide kebebasannya. Sedangkan secara fisik mereka ada yang membantai secara terang-terangan seperti Israel terhadap Palestina dan juga pembakarang ayat suci al-Quran serta pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang keenam dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(19)
Hayya alal jihad ya muslimun
Hayya alal jihad ya mukminun
Isy Kariiman au mut Syahiidan (HAJY/II/5-7)
Bait dalam lirik lagu tersebut menggunakan bahasa Arab, sehingga dapat dikatakan sebagai Simbol. Secara terjemahan bebas bait tersebut mempunyai arti, mari berjihad wahai kaum muslimin, mukminin dan hidup mulia atau mati syahid. Ketiga baris tersebut merupakan seruan untuk berjihad dan motivasi untuk berjihad. Yang perlu digaris bawahi, berjihad dapat dilaksanakan di daerah perang seperti palestina afganistan dsb. Indonesia bukanlah daerah perang sehingga tidak dibenarkan untuk melakukan terror bom kecuali Indonesia berubah menjadi daerah perang karena diserang oleh kaum kafir secara terang terangan.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang ketujuh dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(20)
kehidupan dunia yang fana (RM/I/4)

Kata-kata fana merupakan Simbol karena termasuk bentuk konvensi masyarakat terhadap ungkapan yang dinyatakan dalam bahasa arab. Fana mempunyai makna tidak kekal. Bila dikaitkan dengan kalimat tersebut maka mempunyai arti bahwa dunia itu tidak kekal, dan sifatnya hanya sementara. Tidak kekal dalam dunia meliputi harta, diri dan juga tahta. Sedangkan amal sholeh kita akan senantiasa hidup menemani kematian kita.
Berikut ini merupakan bentuk Simbol yang ketujuh dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(21)
tanpa amaliyah dunia akhirat (RM/I/8)
Amaliyah dunia dan akhirat merupakan bentuk Simbol, karena merupakan ungkapan dalam bahasa arab yang merupakan konvensi bahasa. Arti kata amaliyah dunia dan akhirat adalah perbuatan baik yang berkaitan dengan dunia seperti bekerja mencari nafkah dan perbuatan baik yang berkaitan dengan masa depan yang abadi yakni akhirat. Amaliyah akhirat dapat dicontohkan seperti berdakwah dan juga beribadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT.

4.2 Makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi kedua Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Qualisign, Sinsign dan Legisign
Tabel 4.2 Trikotomi kedua Charles Sanders Peirce
No Trikotomi 2 Peirce Bentuk tanda
Qualisign La illahaillahlah, Muhammadur Rasulullah (TIS/I/1-2)
Quran dan sunnah (TIS/II/3)
Sinsign Ayo tegakkan Daulah al Khilafah (LBI/II/9)
Syariah (TIS/II/4)
hukum Allah (SK/III/10)
kehidupan Islam (SK/IV/16)
Islam rahmat seluruh alam (SIS/I/1)
Tegakkan Al-Islam hancurkan kemungkaran (HAJ)
Bersih hidup dalam naungan tatanan Syariah (RIB/I/5)
Legisign Islam (TIS/II/4)
Hukum Jahilliyah (TIS/III/12)
tinggalkan Islam hidup terhina (SIS/I/6)

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa kumpulan lagu Shoutul Khilafah mempunyai kandungan makna yang paling banyak pada bentuk Sinsign. Namun untuk mempermudah pemahaman maka data akan dianalisis berdasarkan urutan tabel.
4.2.1 Bentuk dan Makna Qualisign dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Qualisign yakni sesuatu yang mempunyai kulalitas untuk menjadi tanda. Ia tidak dapat berfungsi sebagai tanda sampai ia terbentuk sebagai tanda (Zaimar, 2008:5). Hal tersebut berarti sesuatu yang mungkin menjadi tanda maka bisa disebut Qualisign. Dan Peirce (dalam Zoest 1993:19) mengatakan bahwa Qualisign dapat menjadi tanda bila Qualisign memperoleh bentuk (‘embodied’).
Berikut ini merupakan bentuk Qualisign yang pertama dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(22)
La illahaillahlah, Muhammadur Rasulullah (TIS/I/1-2)
Kalimat tersebut merupalan bentuk Qualisign karena memiliki kualitas untuk menjadi tanda. Kalimat tersebut baru bisa menjadi tanda bila kalimat tersebut disematkan dalam bendera. Bila kalimat tersebut dijadikan bendera maka akan menjadi sebuah tanda bendera umat Islam. Bendera umat Islam yang biasa dipakai Rasulullah SAW dan para sahabat untuk berperang dan berekspedisi. Saat ini bendera tersebut biasa digunakan para jamaah Islam untuk dibawah saat aksi demonstrasi. Bila bendera tersebut terletak di desa-desa maka bendera tersebut menjadi bendera untuk menandakan kematian.
Berikut ini merupakan bentuk Qualisign yang kedua dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(23)
Quran dan sunnah (TIS/II/3)
Kedua kata tersebut merupakan bentuk Qualisign karena memiliki kualitas sebagai tanda. Tanda yang dimaksud adalah ketika Quran dan Sunnah diterapkan dalam kehidupan maka kedua hal tersebut akan menjadi Syariah yang mampu mengatur kehidupan ini. Kualitas Quran dan Sunnah mampu menjadi aturan dalam segala aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan dan pertahanan. Dengan demikian jika alquran dan as sunnah mampu untuk dijadikan aturan dalam kehidupan maka dengan adanya kualitas tersebut kedua hal tersebut dapat dijadikan Qualisgn.
4.2.2 Bentuk dan Makna Sinsign dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Sinsign adalah sesuatu yang sudah terbentuk dan dapat dianggap sebagai representamen, tetapi belum berfungsi sebagai tanda (Zaimar, 2008:5). Contohnya dapat diambilkan pada bunga mawar merah yang belum di berikan kepada istrinya merupakan sebuah Sinsign. Karena walaupun sudah menjadi representamen namun hal tersebut belum berfungsi menjadi sebuah tanda
Berikut ini merupakan bentuk Sinsign yang pertama dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(24)

Ayo tegakkan Daulah al Khilafah (LBI/II/9)

Kalimat tersebut termasuk Sinsign karena Khilafah sudah terbentuk menjadi tanda namun belum berfungsi sebagai tanda. Khilafah merupakan tanda akan kekuasaan umat Islam. Khilafah baru akan menjadi tanda jika khilfah telah tegak dan memimpin dunia karena Khilafah merupakan pemerintahan Islam yang pernah memimpin dunia selama 13,5 abad. Karena Khilafah saat ini belum tegak maka saat ini hanya berupa ide dan masih diperjuangkan. Dengan demikian Khilafah sudah menjadi tanda namun belum berfungsi sebagai tanda karena belum nyata dalam kehidupan saat ini, olehkarena itu Khilafah disebut Sinsign.
Berikut ini merupakan bentuk Sinsign yang kedua dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(25)
Syariah (TIS/II/4)
Hukum Allah (SK/III/10)
Kehidupan Islam (SK/IV/16)

Ketiga data di atas merupakan Sinsign. Syariah dapat juga disebut hukum Islam dan kehidupan Islam tentu didalamnya juga diterapkan Syariah Islam. Syariah yang terdiri dari hukum Allah SWT. merupakan tanda, namun semua itu belum sepenuhnya berfungsi sebagai tanda. Karena pada hakikatnya Syariah atau hukum Allah SWT. yang didalamnya terdapat sistem ekonomi, pendidikan dan sistem Islam lainnya belum diterapkan dalam negara. Sedangkan untuk Syariah yang berkaitan dengan ibadah ritual sudah diterapkan pada individu masing-masing.
Berikut ini merupakan bentuk Sinsign yang ketiga dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(26)
Islam rahmat seluruh alam (SIS/I/1)
Tegakkan Al-Islam hancurkan kemungkaran (HAJ/I/6)
Bersih hidup dalam naungan tatanan Syariah (RIB/I/5)
Pernyataan Islam rahmat seluruh alam merupakan bentuk Sinsign. Hal tersebut dapat diketahui karena dalam faktanya Islam saat ini masih belum menjadi rahmat seluruh alam. Walaupun data (SIS/I/1) tersebut merupakan tanda, namun tanda tersebut belum berfungsi sebagai tanda. Data yang menyatakan Islam rahmat seluruh alam dapat berfungsi menjadi tanda apabila Islam tidak hanya dipelajari sebagai ilmu pengetahuan belaka. Namun Islam juga diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara.
Begitu pula dengan data (HAJ/I/6) juga merupakan Sinsign. Dapat dijelaskan bahwa data tersebut masih belum berfungsi sebagai tanda karena kemungkaran semakin merajalela karena Al-Islam belum diterapkan dalam kehidupan ini.
Pada data (RIB/I/5) tatanan Syariah juga masih belum berfungsi sebagai tanda. Hal tersebut telah diketahui karena saat ini yang berfungsi adalah tatanan hidup yang diatur oleh demokrasi sekular yang jelas-jelas menjadikan kehidupan menjadi keruh bahkan kotor dengan noda dosa.
4.2.3 Bentuk dan Makna Legisign dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Legisign yaitu sesuatu yang sudah menjadi representamen dan berfungsi sebagai tanda. Setiap tanda yang sudah menjadi konvensi adalah Legisign (Zaimar, 2008:5). Sehingga tanda bahasa merupakan Legisign, karena bahasa merupakan kode yang disepakati oleh masyarakat (konvensi).
Berikut ini merupakan bentuk Legisign dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(27)
Islam (TIS/II/4)
Hukum Jahilliyah (TIS/III/12)
tinggalkan Islam hidup terhina (SIS/I/6)
Islam merupakan Legisign karena Islam sudah berfungsi sebagai tanda. Islam merupakan agama yang dibawa oleh Rasulullah Saw untuk seluruh umat manusia dan telah disepakati bahkan dianut oleh jutaan ribu umat manusia sebagai agama yang mulia. Dengan demikian Islam merupakan Legisign.
Hukum jahiliyah juga telah menjadi tanda. Hal tersebut dapat di buktikan dengan adanya peraturan saat ini yang ternyata membebaskan manusia untuk melakukan seluruh kehendaknya tanpa adanya batasan dosa atau rasa malu. Liberalisme, demokrasi dan sekularisme telah jelas-jelas paham yang menyebabkan kerusakan pada kehidupan manusia. Dengan berfungsinya hukum jahiliyah sebagai tanda maka dapat disebut sebagai Legisign.
Data (SIS/I/6) juga merupakan Legisign. Hal tersebut dapat terjadi karena pernyataan Islam jika ditinggalkan maka kehidupan kita akan terhina. Islam senantiasa memahami setiap kebutuhan manusia, karena Islam diciptakan oleh Allah SWT. yang Maha Mengetahui kebutuhan makhluknya. Sedangkan bila Islam ditinggalkan dan diganti dengan segala peraturan dan juga tatanan kehidupan buatan manusia, maka dapat dipastikan kehidupan manusia tersebut akan hancur berantakan. Karena apabila manusia membuat peraturan sendiri maka mereka akan membuatnya berdasarkan kepentingan mereka dan pasti tidak akan pernah adil.

4.3 Makna lirik lagu Shoutul Khilafah berdasarkan trikotomi ketiga Charles Sanders Peirce yang diuraikan melalui Rheme, Discent dan Argument
Tabel 4.3 Trikotomi ketiga Charles Sanders Peirce
No Trikotomi 3
Peirce Bentuk tanda
Rheme Lama sudah kami menanti, kapankah kau tegak kembali
Cukuplah sudah penantian ini, pastilah kau segera kembali (SK/II/1-2)
Discent Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Sejahtra seluruh umat
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Terapkan hukum Quran sunnah..
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Tinggalkan Hukum Jahilliyah..(TIS/III/7-12)
Wahai Sahabat seluruh umat
berjuang penuh semangat (SK/IV/13-16)
Walau berjuta musuh
Menghadang dalam perjuangan
Jangan berputus asa
Yakinlah raih kemenangan (KMD/III/9-12)
Railah-railah Kepemimpinan
Tuk tegakkan Khilafah… (LII/III/15-16)
Jangan ikuti gaya hidup jahiliyah
Merusak raga, jiwa serta agama
Merusak pribadi, keluarga, negara
Ayo luruskan dengan Islam (RIB/II/11-14)
Remaja Islam siapkan diri
Tuk mengisi hidup lebih berarti
Hai remaja Islam
jangan terlena kehidupan dunia yang fana (RM/I/1-4)
Argument Tiada kemuliaan tanpa Islam
Tak sempurna Islam tanpa Syariah
Takkan tegak Syariah tanpa daulah KHILAFAH (LII/II/4-7)
Islam rahmat seluruh alam
Agung mulia sempurna
Dari Allah pencipta Alam
Untuk seluruh manusia
Terapkan Islam hidup mulia
tinggalkan Islam hidup terhina (SIS/I/1-6)
Ketika genderang jihad dikumandangkan
Itulah saat pintu surga tlah terbentang (HAJ/III/9-12)
Ketika Khilafah Islam tlah ditegakkan
Seluruh syiar Islam takkan terhinakan
Khilafah Rasyidah wujudkan kekuatan
Tegakkan al Islam hancurkan kemungkaran (HAJ/IV/13-16)

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa data yang paling mendominasi adalah bentuk Discent. Hal tersebut wajar karena Discent pada umumnya dalam bentuk preposisi yang berupa nasehat. Sedangkan bentuk Rheme hanya terdapat satu sajak, karena Rheme pada umumnya bersifat menginformasikan suatu kemungkinan tafsiran orang tentang tanda yang dilihatnya.
4.3.1 Bentuk dan Makna Rheme dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
(28)
Lama sudah kami menanti, kapankah kau tegak kembali
Cukuplah sudah penantian ini, pastilah kau segera kembali (SK/II/1-2)
Data (SK/II/1-2) tersebut memliki potensi sebagai Rheme. Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan, misalnya seseorang yang matanya merah dapat saja menandakan bahwa orang tersebut menangis atau menderita penyakit mata, atau baru bangun tidur dll (Sobur , 2006:42). Pada (SK/I/1) di atas ketika seorang menanti dapat saja diinterpretasikan kalau dia hanya berdiam diri menanti datangnya janji Allah SWT. atau dalam penantiannya tersebut bisa saja dia melakukan upaya upaya yang menjadikan terealisasinya janji Allah SWT. akan tegaknya Khilafah Islamiyah kembali.
Namun melihat pada baris yang kedua yakni (SK/I/2) bisa dipilih bahwa mereka menanti tidak hanya sekedar menanti, melainkan dengan berbagai cara dalam mengusahakan tegaknya kembali janji Allah SWT. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada kata “cukuplah sudah penantian ini” yang menandakan bahwa sudah terlalu berat beban yang diderita umat tanpa adanya Khilafah Islamiyah tersebut dan telah berbagai cara yang dilakukan dalam menjemput Khilafah hingga para pejuang pun berkata “cukuplah sudah”.
4.3.2 Bentuk dan Makna Discent dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Discent dalam Zaimar (2008:5) dijelaskan bahwa tanda yang mempunyai eksistensi yang aktual. Sebuah proposisi, misalnya merupakan Discent. Proposisi memberi informasi, tetapi tidak menjelaskan.
Berikut ini merupakan bentuk Discent yang pertama dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(29)

Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Sejahtra seluruh umat
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Terapkan hukum Quran sunnah..
Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
Tinggalkan Hukum Jahilliyah..(TIS/III/7-12)

Data (TIS/III/7-12)merupakan Discent. Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk data tersebut berupa proposisi, saran atau usulan. Yakni berupa usulan berupa penerapan Syariah dan penegakkan khilfah untuk kesejahteraan umat. Usulan berupa penerapan Quran dan sunnah yang merupakan aturan sang Pencipta untuk hamba-Nya. Usulan untuk menerapkan Syariah lalu meninggalkan hukum jahiliyah atau hukum ciptaan manusia seperti demokrasi, kapitalisme, sosialisme dsb.
Bentuk saran tersebut merupakan penyampaian akan kewajiban manusia ketika hidup di dunia sebagai hamba Allah SWT. untuk menjalankan aturan Allah SWT. dalam setiap aspek kehidupannya. Tujuan manusia hidup adalah untuk beribadah, untuk mengabdi pada Allah SWT. saja, sehingga ketika hidup maka segala hal hanya ditujukan kepada Allah SWT, termasuk dalam mengatur kehidupan bernegara.
Begitu sebaliknya segala hal yang bukan hukum yang berasal dari Allah SWT. bahkan hukum seperti demokrasi yang telah jelas-jelas menentang hukum Allah SWT, maka harus diganti secara total. Demikianlah makan decent yang terdapat dalam bait lirik lagu di atas.
Berikut ini merupakan bentuk Discent yang kedua dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(30)

Wahai Sahabat seluruh umat
berjuang penuh semangat (SK/IV/13-14)

Data di atas juga memiliki muatan proposisi atau saran terhadap suatu kenyataan bahwa perjuangan Islam itu membutuhkan keiklasan dan keimanan yang sempurna. Sehingga dengan kedua hal tersebut maka seseorang akan memiliki semangat dalam perjuangannya.
Berikut ini merupakan bentuk Discent yang ketiga dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah.
(31)

Walau berjuta musuh
Menghadang dalam perjuangan
Jangan berputus asa
Yakinlah raih kemenangan (KMD/III/9-12)

Data di atas merupakan bentuk Discent. Dalam data di atas diungkapkan saran atau usul yang menyatakan larangan dan seruan untuk meyakinkan pada suatu hal. Makna lirik lagu di atas adalah adanya fakta yang memberikan gambaran akan rintangan yang harus diahadapi ketika bersinggungan dengan masyarakat. Yakni adanya penentang dan juga adanya orang yang menghalangi. Bentuk cara dalam menghalangi dakwah diantaranya adalah deradikalisasi gerakan dakwah dan pemahamannya. Yakni dengan menyatakan bahwa pemahaman Islam itu identik dengan teroris dll. Padahal hal tersebut adalah dusta besar. Karena Islam adalah agama yang menjadi rahmat seluruh alam. Ada pula yang menghalangi dengan fisik misalnya menghalangi dengan cara mengancamnya.
Berikut ini merupakan bentuk Discent yang keempat dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(32)

Jangan ikuti gaya hidup jahiliyah
Merusak raga, jiwa serta agama
Merusak pribadi, keluarga, negara
Ayo luruskan dengan Islam (RIB/II/11-14)
Remaja Islam siapkan diri
Tuk mengisi hidup lebih berarti
Hai remaja Islam
jangan terlena kehidupan dunia yang fana (RM/I/1-4)

Gambaran bentuk Discent di atas berupa larangan dan ajakan. Pada data (RIB/II/11-14) dinyatakan dengan jelas tentang makna dari lirik lagu tersebut yakni kerusakan yang akan terjadi bila gaya hidup jahiliyah diikuti oleh para remaja. Gaya hidup jahiliyah yang dimaksud adalah gaya hidup orang barat yang didasarkan atas pemisahan antara kehidupan dengan agama sehingga dalam kehidupan bebas tanpa adanya kekangan dari aturan sang Pencipta, Allah SWT.
Pada data (RM/I/1-4) juga merupakan Discent. Hal tersebut diketahui melalui bentuk saran dan juga larangan yang terdapat dalam baitnya. Makna yang melekat pada lirik lagu di atas adalah untuk remaja. Seruan kepada remaja Islam agar mengumpulkan bekal untuk mengisi kehidupannya menjadi lebih baik dan lebih berarti dengan Islam. Dan peringatan agar tidak terlena dengan kehidupan dunia yang sesungguhnya adalah kehidupan yang sementara saja.
4.3.3 Bentuk dan Makna Argument dalam Kumpulan Lagu Shoutul Khilafah
Argument adalah sebuah tanda hukum (Noth 2006:45) yakni sebuah hukum yang menyatakan bahwa perjalanan premis untuk mencapai kesimpulan cenderung menghasilkan sebuah kebenaran.
Berikut ini merupakan bentuk Argument yang pertama dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(33)

Tiada kemuliaan tanpa Islam
Tak sempurna Islam tanpa Syariah
Takkan tegak Syariah tanpa daulah Khilafah (LII/II/4-7)

Data di atas dapat dikelompokkan menjadi Argument karena merupakan pernyataan yang didasarkan pada dasar yang benar. Makna yang terdapat dalam lirik lagu tersebut yakni kemuliaan itu tidak akan perna ada ketika Islam tidak hadir didalamnya. Dan Islam tak akan sempurna bila yang menjadi cirri khas Islam yakni Syariah Islam tidak ada. Serta Syariah tak akan perna tegak di dalam sistem lain misalnya demokrasi , parlementer dll. kecuali pada sistem Islam yakni Khilafah Islamiyah.
Berikut ini merupakan bentuk Argument yang kedua dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(34)
Islam rahmat seluruh alam
Agung mulia sempurna
Dari Allah pencipta Alam
Untuk seluruh manusia
Terapkan Islam hidup mulia
tinggalkan Islam hidup terhina (SIS/I/1-6)

Argument di atas terdiri dari pernyataan yang didasarkan pada prinsip prinsip Islam. Adapun makna yang terkandung dalam bait di atas adalah Islam merupakan rahmat seluruh alam , baik itu dari agama Islam hingga non Islam. Sehingga Islam sesungguhnya merupakan sumber kesejahteraan bagi semuanya bukan sumber masalah.
Islam agama yang agung dan sangat mulia. Karena Islam memanusiakan manusia. Ia menjadikan manusia penuh dengan kesejahteraan. Dalam setiap pengaturannya untuk menjalankan kehidupan Islam mengacu pada tujuan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga menerapkan Islam akan dipastikan mendapakan kehidupan yang mulia dan meninggalkan Islam akan hidup terhina dikarenakan menentang Allah SWT. Begitulah bentuk Argument dalam data (SIS//I/1-6) yang pernyataan dengan dasar dan konsep yang mengerucut pada kebenaran.
Berikut ini merupakan bentuk Argument yang ketiga dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(35)
Ketika genderang jihad dikumandangkan
Itulah saat pintu surga tlah terbentang (HAJ/III/9-12)

Dalam data (HAJ/III/9-12) juga terkandung pernyataan dan konsep yang mencapai kesimpulan kebenaran. Yakni pada pernyataan Islami yang berhubungan dengan jihad dan surga. Ketika seruan jihad itu diperdengarkan maka saat itulah kesempatan untuk masuk surga Allah SWT. terbuka lebar.
Jihad yang dimaksud disisni adalah berperang dengan orang kafir yang menentang Islam. Ketika Islam di lecehkan dan diserang secara kejam maka wajib bagi umat Islam untuk membela umatnya dengan jihad di jalan Nya. Untuk di Indonesia belum bisa di benarkan untuk melakukan jihad, karena Indonesia bukan daerah perang.
Berikut ini merupakan bentuk Argument yang keempat dari bagian lirik lagu Shoutul Khilafah
(36)

Ketika Khilafah Islam tlah ditegakkan
Seluruh syiar Islam takkan terhinakan
Khilafah Rasyidah wujudkan kekuatan
Tegakkan al Islam hancurkan kemungkaran (HAJ/IV/13-16)

Konsep dan kesimpulan yang terdapat dalam data (HAJ/IV/13-16) telah menyatakan kebenaran sehingga menjadikan bait tersebut Argument. Khilafah sebagai bentuk Negara Islam merupakan penjaga agama Islam berserta umat lainnya. Ketika Khilafah Islam ditegakkan maka sebagai negara akan menjadi perisai terhadap syiar-syiar Islam agar tidak dilecehkan.
Khilafah Islamiyah akan mewujudkan kekuatan untuk melindungi negara yang berada di bawah naungannya, baik Islam maupun non-Islam. Sehingga segala hal kemungkaran baik itu dari warga Islam maupun non Islam akan ditangani oleh Khilafah Islamiya karena Khilafah Islamiyah sebagai pelaksana hukum-hukum Allah SWT. di muka bumi ini.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Lirik lagu Shouul Khilafah dalam makna secara semiotik Kajian Charles Sanders Peirce memiliki makna yang terdiri dari tiga trikotomi. Trikotomi pertama ditinjau dari sudut pandang hubungan antara representamen dan objek. Trikotomi kedua Peirce membuat klasifikasi dengan sudut pandang yakni hubungan representamen dengan tanda. Sedangkan untuk trikotomi ketiga mengambil sudut pandang hubungan tanda dengan Berdasarkan interpretan.
Berikut ini secara ringkas dipaparkan kesimpulan dari hasil penelitian ini:
1. Pada trikotomi pertama yang sering muncul adalah pemaknaan secara Indeks dan juga Simbol. Hal tersebut dapat dijelaskan karena sebuah lagu tidak lepas dari pengaruh pemikiran yang terdapat di luar teks. Dan juga dikarenakan lirik Shoutul Khilafah bernuansa Islam maka terdapat banyak Simbol-Simbol Islami.
2. Pada trikotomi kedua makna keseluruhan dapat dijelaskan bahwa masih banyak kata yang telah menjadi representamen hanya saja belum mampu menjadi tanda dikarenakan tidak teraplikasikannya representamen tersebut. Misalkan Khilafah yang merupakan Sinsign yang menuntut sebuah penerapan agar berfungsi sebagai tanda.
3. Pada trikotomi ketiga makna yang menonjol adalah makna menunjukkan bahwa tanda yang merupakan preposisi dan berfungsi sebagai pengantar suatu penjelasan, Discent. Disamping itu juga terdapat makna yang berkaitan dengan pernyataan untuk menyatakan kebenaran dan menyimpulkan suatu persoalan.
5.2 Saran
Secara pemahaman lirik lagu ini sangat mudah untuk dicernah. Hal tersebut dikarenakan bahasa yang digunakan masih sangat jauh dari pemilihan diksi yang lebih halus dan indah untuk bobot estetikanya. Analogi-analogi yang dijadikan untuk membentuk majas yang kemudian dapat memperkaya tanda juga sangat minim. Dengan demikian perlu perhatian khusus terhadap pemilihan diksi.

DAFTAR PUSTAKA

2006. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.
2007. RIPIN CERPEN KOMPAS PILIHAN 2005-2006. Jakarta: PT Gramedia.
Abdurrahman, Yahya. 2007.”Kewajiban Khilafah Menurut Para Ulama”. Al-Wa’ie no. 84 edisi 1-31 Agustus 2007, hal 111-113.
Al-Islam. 2010. Terorisme kembali mencuat, umat harus waspada!. Surabaya: Hizbut-tahrir.
Kodrat, denny. 2007.”Strategi Barat Memecah-Belah Umat Islam”. Al-Wa’ie no. 84 edisi 1-31 Agustus 2007, hal 17-24.
Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
Mujiyanto. 2007. “Geliat Persatuan Umat Islam Sedunia”. Al-Wa’ie no. 84 edisi 1-31 Agustus 2007, hal 13-16.
Muthahhar, muhammad Yasin. 2007. “Khilafah : Priorotas Utama”. Al-Wa’ie no. 84 edisi 1-31 Agustus 2007, hal 45-47.
Nadzir, Muhammad. 1983. Metode Penelitian. Indonesia: Ghalia Indonesia.
Noth, Winfried. 2006. Semiotik. Surabaya: Airlangga University Press.
Pradopo, Djoko Rachmat. 1995. Pengkajian puisi. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.
Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, metode, dan teknik Penelitian Sastra: Pustaka Pelajar.
Sobur, Alex. 2006. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Zaimar. Okke K.S. 2008. Semiotik dan Penerapannya Dalam Karya Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Zoest, Aart van. 1993. Semiotika; ntentang tanda, cara kerjanya dan apa yang kita lakukan dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung
Zoest, Aart van. 1996. Serba-serbi Semiotika. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Lampiran 1
Kumpulan Lirik lagu Shoutul Khilafah

Tiada Islam tanpa Syariah (TIS)
I.
1. Allahu akbar… Allahu akbar…La illahaillahlah…
2. Allahu akbar… Allahu akbar…Muhammadur Rasulullah
II.
3. Tiada Islam tanpa Syariah, terapkan Quran dan sunnah
4. Tiada Islam tanpa Syariah, tegakkan Islam yang kaffah
III.
5. Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
6. Indonesia jadi berkah
7. Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
8. Sejahtra seluruh umat
9. Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
10. Terapkan hukum Quran sunnah..
11. Terapkan Syariah tegakkan Khilafah
12. Tinggalkan Hukum Jahilliyah..
Sambutlah Khilafah (SK)

I.
1. Lama sudah kami menanti
2. kapankah kau tegak kembali
3. Cukuplah sudah penantian ini
4. pastilah kau segera kembali
II.
5. Sambutlah Khilafah, Sambutlah Khilafah
6. Pelaksana hukum Syariah..
7. Sambutlah Khilafah, Sambutlah Khilafah
8. Tegaklah kemuliaan umat..
III.
9. Langkah perjuangan takkan terhenti
10. Hingga tegaknya hukum Allah
11. Walau tantangan datang tiada henti,
12. Takkan surut perjuangan ini..
IV.
13. Wahai sahabat seluruh umat
14. Berjuang penuh semangat
15. Masa penantian akan berahir
16. Lanjutkan kehidupan Islam

Khilafah Memimpin Dunia (KMD)

I.
1. Wahai seluruh umat
2. Dengarlah seruan mulia
3. Kokohkan perjuangan
4. Bersama raih kemenangan
II.
5. Berpuluh tahun sudah kita menantikan
6. Berpuluh tahun sudah kita perjuangkan
7. Khilafah Islamiyah, segera tegak kembali
8. Khilafah Islamiyah, hadir memimpin dunia
III.
9. Walau berjuta musuh
10. Menghadang dalam perjuangan
11. Jangan berputus asa
12. Yakinlah raih kemenangan
IV.
13. Saat yang dinantikan
14. Khilafah memimpin dunia
15. Hancurlah kemungkaran
16. Lanjutkan kehidupan Islam
La ‘Izzata illa bil Islam (LII)

I.
1. La’ Izzata illa bil Islam
2. Walaa Islama illa bisy Syariah
3. Walaa syari’ata illa bid daulah
4. Daulah Khilafah rosyidah..
II.
5. Tiada kemuliaan tanpa Islam
6. Tak sempurna Islam tanpa Syariah
7. Takkan tegak Syariah tanpa Daulah
8. Daulah Khilafah Rasyidah
III.
9. Terapkan, terapkan… ayo terapkan
10. Hukum Quran dan Sunnah
11. Tegakkan, tegakkan… ayo tegakkan
12. Daulah Al-Khilafah
13. Railah-railah Kepemimpinan
14. Tuk terapkan Syariah…
15. Railah-railah Kepemimpinan
16. Tuk tegakkan Khilafah…
Selamatkan Indonesia dengan Syariah (SIS)

I.
1. Islam rahmat seluruh alam
2. Agung mulia sempurna
3. Dari Allah pencipta Alam
4. Untuk seluruh manusia
5. Terapkan Islam hidup mulia
6. tinggalkan Islam hidup terhina
II.
7. Selamatkan dengan Syariah,
8. Indonesia dan seluruh ummat
9. Selamatkan dengan Syariah,
10. Kehidupan menjadi berkah
III.
11. Selamatkan dengan Syariah,
12. Terapkan hukum Quran sunnah
13. Selamatkan dengan Syariah
14. Tinggalkan hukum jahilliyah
Hayya ‘alal Jihad (HAJ)
I.
1. Ketika syiar-syiar Islam dihinakan
2. Oleh durjana kaum kafir yang terhina
3. Itulah saat seluruh muslimin berjuang
4. Bersama khalifah sang pemimpin dambaan
II.
5. Hayya alal jihad ya muslimun
6. Hayya alal jihad ya mukminun
7. Isy Kariiman au mut Syahiidan
8. Itulah jalan kemuliaan
III.
9. Ketika genderang jihad dikumandangkan
10. Itulah saat pintu surga tlah terbentang
11. Menyeruh para mujahidin mujahidah
12. Ayolah maju demi tegaknya Khilafah
IV.
13. Ketika Khilafah Islam tlah ditegakkan
14. Seluruh syiar Islam takkan terhinakan
15. Khilafah Rasyidah wujudkan kekuatan
16. Tegakkan Al-Islam hancurkan kemungkaran
Remaja Islam Bangkitlah (RIB)
I.
1. Seruan mulia terdengar
2. Menyeru kalian Remaja Islam
3. Tinggalkan kotor hidup jahilliyah
4. Sambutlaaaah…
5. Bersih hidup dalam naungan tatanan Syariah
6. Pribadi remaja nan tegar
7. Perkuat iman, hadapi zaman
8. Mulia remaja bersama Islam
9. Sambutlaaah…
10. Bersih hidup dalam naungan tatanan Syariah
II.
11. Jangan ikuti gaya hidup jahiliyah
12. Merusak raga, jiwa serta agama
13. Merusak pribadi, keluarga, negara
14. Ayo luruskan dengan Islam
15. Citra remaja Islam agung nan mulia
16. Kuat aqidah patuh terapkan Syariah
17. Bersama berdakwah merindukan Khilafah
18. Ayo bangkitlah remaja Islam

Remaja Mulia (RM)

I.
1. Remaja Islam, Siapkan diri
2. Tuk mengisi hidup lebih berarti
3. Hai remaja Islam, jangan terlena
4. kehidupan dunia yang fana
5. isilah hidupmu dengan taat
6. jadikan usiamu bermanfaat
7. jangan biarkan waktu terlewat
8. tanpa amaliyah dunia akhirat
II.
9. Ayo remaja Islam
10. Mari susun barisan
11. Perkokoh iman amalkan Islam
12. Taati Syariah tegakkan Khilafah

8 thoughts on “SKRIPSI: BAB IV ANALISIS SEMIOTIK DALAM LIRIK LAGU “SHOUTUL KHILAFAH” (KAJIAN CHARLES SANDERS PEIRCE)

  1. berbagi ilmu tentang semiotika terutama mengenai charles sanders pierce,, aq mahasisiwa komunikasi skripsi aq mengenai lirik lagu… mohon tolong di bantu ada yang mw di tanya……

  2. Spot on with this write-up, I really believe that this amazing site needs far more attention.

    I’ll probably be back again to see more, thanks for the
    information!

  3. My spouse and I stumbled over here different web address and thought I
    should check things out. I like what I see so i am just following you.
    Look forward to finding out about your web page again.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s